Barraco Barner

Beloved President of the Internet

Month: March, 2014

On Radio

Kita kenal RE 319 satpam cgd dg mslh spt terrain, path, obstracles, atmospheric conditions, dll. nah baca path loss kita peroleh brp hal spt RRD: reflection, refraction dan diffraction (gimana dg deflection :). Dikatakan bhw reflection dari obstacles, refraction dari atmospheric layers, dan diffraction dari earth’s bulge and irregular terrain. Path loss dimana gak disibukkan oleh RRD ini disebut FSPL.

ada yg namanya path loss exponent (plex) dilambangkan n dengan nilai 2 utk propagasi di free space, 4 utk lossy environments, dan lingkungan yg banyak gedung dll bernilai 4-6, sedangkan pd tunnel yg berperan sbg waveguide punya plex < 2.
Rumus utk path loss adlh L = 10*n log (jarak tx ke rx) + C dimana C = konstanta yg mengakomodasi system losses atau hardware imperfections. maka dari itu kita sering lihat bentuk 20 log (jarak).

Supaya rada panjang dikit, mending masukin prop model di sini bukan di on freq.

kita sebut saja o-a prop model

ada sejumlah yg dikembangkan dg tujuan: spesifikasikan acoustic field di berbagai kanal ocean. exact tapi general itu dipengen, bs digunakan utk o-a env yg kompleks. tp krn realitasnya itu kompleks water column, dan terutama geo-acoustic structure dari botto, gak ada yg ideal. hirari asumsi dan approx hasilkan a variety of models: interrelated, hybrid, limited.

sementara sbg bonus cari triangulasi utk rf: utk cell phone, tracking cell phone, ping&tring cell phone.
mari kita bahas sedikit. istilah utk mobile phone tracking adlh gsm localization (wah arti yg berbeda dari programming tuh), bs terjadi lewat: multilateration (ada juga trilateration) dari sinyal radio atr (bbrp) menara BTS dan cell phone, atau GPS.
utk bs temukan hp menggunakan multilateration dari sinyal radio, hp nya hrs keluarkan setidaknya sinyal roaming utk kontak menara terdekat, gak perlu active call. gsm itu berbasis pd kekuatan sinyal ke antena menara terdekat.
bgm teknologinya dilakukan? mengukur power level dan pattern antena dan konsep bhw powered hp itu selalu berkomunikasi scr wireless ke BTS terdekat.
sistem akan perkirakan sektor dimana hp kirim sinyal dan perkirakan jarak. perkiraan selanutnya bs dilakukan lewat interpolating sinyal2 di antara antena BTS yg saling berdekatan. resolusinya bs smp 50m di urban areas dimana trafik mobile dan kepadatan menara (BTS) cukup tinggi. daerah perdesaan jarak antar BTS nya bs lebih jauh, jadi presisi juga kurang.
misal utk ngeroutekan panggilan ke hp, cell tower akan dengarkan sinyal dari hp pemanggil dan negosiasi tower mana yg paling mampu berkomunikasi dg hp tujuan. dg berpindahnya lokasi hp pemanggil, tower memonitor dan akan me-roam-kan ke tower terdekat yg bersesuaian. dg mengukur ‘relative signal strength’ dari bbrp antena ini, lokasi umum hp akan bs ditentukan. cara lain adlh menggunakan antenna pattern yg dukung angular determination dan phase discrimination.
jk di atas adlh teknik menggunakan pengukuran kekuatan sinyal hp yg melakukan panggilan, jg bs ditentukan dari roaming procedure utk hp yg melakukan handover dari satu BTS ke lainnya.

jd kita lihat: limitation model, suitability utk tipe problemnya dan availability.

model: ray-trace, normal mode, fast field programmes terutama SAFARI, finite element model, parabolic equation codes tmsk PAREQ, IFD(N) dan IFD(W); bbrp time domain codes. semuanya 2D, giving the field in range & depth…ada jg yg dikembangkan 3D codes, stochastic processes di o, juga a 3D, finite element code yg masukkan shear hrs dikemabnkan katanya. ini agar bs hitung 3D sound field over bathymetric feats spt seamounts, ridges & trenches, yg gak diperhitungkan di model2 sblmnya.

intensity dan phase (field) dari sumber akustik bs menggunakan wave equation atau helm holtz eq (reduced wave eq). tp ini susah diterapkan krn kompleksitas o-a-e: kec sound itu non-uniform in deth and/or range, kasih kesempatan utk channeling, focusing, shadowing effects. sea surface itu gak smooth tapi rough & time dependent…jadi o-f itu biasanya kompleks: rough boundary wihch may be inclined to the horizontal, bottom bs jadi elastic meidum, bs dukung shear, implying inter alia the presence of interface waves (rayleigh & scholte) along the ocean/bottom boundary.
mempersulit masalah: berbagai ocean processes tmsk internal waves & small-scale turbulence, hasilkan fluktuasi kecil di sound speed (0.05% di upper layers) dan ini sebabkan significant acoustic fluctuations over long transmission paths

walau lingkungan kompleks, suara digunakan di undersea apps krn ocean itu transparent to acousitc waes tapi opaque (hampir) thd semua EM radiasi. contoh app under-water principle: active & passive detection of ships & subs, seismic profiling, echo-sounding, high-res imaging, comms, acoustic tomography (ingat tomo ingat apa ya).
low-freq, long range sound transmissions lewat samudera dimungkinakna dan diproposed sbg cara monitor long-term global change…dan suara yg dihasilkan scr alami di permukaan laut dipertimbangkan sbg dasar remote-sensing methods utk perkirakaa kondisi cuaca, tmsk rainfall rates, over the ocean.
ada range yg tinggi utk acoustic freq: < 1hz  ke > 1 mhz.
ini adlh bw > 6 decades (10+6 gitu loh), dibanding 1 octave utk visible region dari EM spectr

utk perkirakan sound fields (intensity & phase) di o ada berbagai cara, tp gak ada one size fits all, juga o-a prop model yg ada biasanya sgt sophisticated dan lama utk disimulasikan di komp. dan belum mungkin hasilkan yg general model…

model2 yg ada masih 2D hasya berikan sound field: range & depth. dg model ini, sekali jalan di plane H atau V, ya terus saja di situ, gak ada gerakan z-index nya. di deep ocean masih bs diterima krn variasi s-o-s di H gak banyak, negligible, jadi 2D model mencukupi utk acoustic environment.
tp dg adanya oceanic fronts & eddies (gambar; penjelasan arus, gyres, eddies) yg adlh biasa di north atlantic, edge dari gulf stream, sekitar iceland-faeroes ridge, 2D model akan gagal memperhitungkan convergence atau divergence dari acoustic field di H. H field dicoupled ke V field, model tsb akan tdk realiable.

mslh lebih serius utk 2D model: shallow water problems, acoustic wavelength setara dg water depth loh di sini. keberadaan a sloping bottom, obliquely incident rays direfleksikan dari bottom into diff V plane: twisted in : efek disebut horizontal refraction (walau dia itu reflection).
H refraction itu pengaruhi kemunculan a sharply defined acoustic shadow di blkg a onical seamount misalnya.
jg utk pronounced shadow zones in H di o overlying the continental slope.
3D numerical prop mod lg dikembangkan tp hampir semua berbasis parabolic eq yg adlh perkiraan thd wave eq, yg adlh… gak mampu atasi the shadow zones, caustics & interference effects yg dihasilkan oleh horizontal refraction.

model intermediate 3D yg ada: 21/2D dan Nx2D models, yg sebetulnya 2D codes hasilkan field in range & depth tp diaplikasikan over a large number N of bearing angles. 21/2D masukkan azimuthal variations in bottom topography& sound speed profile…tp dg asumsi negligible curvature dari ray pats in H. di deep ocean biasanya ini cukpu asalkan sound speed variations di H krn eddies & fronts gak signifikan, tp di shallower waters overlying a sloping bottom, dimana horizontal refractions bs pronounced, kuat, 21/2D gagal.
selain numerical modeling jg ada analytical solutions ke wave eq.
contoh pekeris solution utk sound field dari a point source in a shallow water channel overlying a fast fluid sediment.
solusi spt ini punya keuntungan kasih insight ke struktur fisik dari sound fields in the ocean, tp kurang aplikasi umumnya dibanding numerical codes.
analytical model hanya bs utk idealized channels yg kriteria utamanya misalnya field hrs separable, baik dlm koordinat cartesian, silindrikal maupun spherical. dg constraint ini: sejumlah analytical model muncul, bbrp di antaranya bahkan truly 3D krn masukkan efek dari horizontal refraction…yakni…mrk kasih ke field: gak hanya range & depth juga azimuth. dg demikian analytical model jd melengkapi model numerical: 2D dan 21/2D.

mslh yg berulang adlh saat bikin prediksi akurat pd sound field di o: deskripsi yg cukup utk acoustic env gak ada utk ngefeed into the model. misal low freq sound bs mausk eep into the ocean bottom & dan refracted back ke water column some distance away. bottom bisa/dan biasanya-adlh stratified, jk gak ada a priori info pd s-o-s & struktur density: prop model yg sempurna kalipun gak bs kasih representative picure dari field di kanal.
gak ada solusi utk ini, paling bikin DB berisi essnetial geo-acoustic params utk tiap situs of interest di world’s oceans. ini immense task: koleksi dan kolasi vast amounts of info, international collab. etc

acoustic input data utk bbrp ocean channels ada biasanya berupa archival (atau contemporary) BT (bathy thermo graph), geological surveys dari bottom, seismic records dsb, tp biasanya gak lengkap, shg hasilkan kurang yakin dlm hal urusan prakiraan gunakan acoustic model.
bukannya forecast, skrg model msh digunakan sbg hindcast, krn propagasi experiment dulu baru model dilihat apakah cocok atau tidak. kita masukkan ke model kita acoustic params dari kanal shg best fit to the data.
salah satu app dari o-a model adlh solusi dari inverse problems dimana bbrp/all o-a params characterizing a channel (s-os- profile di water column dan compressinoal & shear speed structures in the bottom) ditentukan dari pengukuran sound field pd bbrp titik di kanal.

bbrp jenis solusi utk sound field di ocean berkembang 30+ th: ray tracing kasih gambar jelas dari field (jelas dan sedap dipandang); normal mode techniques adlh alternatif dari rays; copuled-mode models dikemabgnkan, akurat tp computationally intensive; parabolic-eq adlh approx ke wave eq yg tlh disolved gunakan explicit+implicit finite difference schemes; green’s function solutions (fast field programs) eksak, tp terbatas pd horizontally stratified media; finite element methods jg ada dan eksak tp computationally demanding & perlu dikembangkan lagi.

semua model di atas deterministik, dia abaikan efek dari sound field of fluctuations in the s-o-s profile muncul dari small-scale turbulence, internal waves, dll.

o-a-e

properti fisik dari ocean yg pengaruhi propagasi acoustic waves adlh s-o-s atau kita sebut c atau sos saja. nilai nominal nya 1500 m/s in temperate and equatorial oceans. jk kenal air density ternyata di o, density variations jg pengaruhi acoustic propagation, tp kecil sekali sepanjang oceanic water column.
kapan density vars ini signifikan? di sediment layers below o….
sos di o itu fungsi dari 3 vars: temperature, salinity (dlm parts per thousand o/oo dong bukan %), dan pressure (atau depth dlm meter), berbanding lurus semua…

useful rules of thumb: sos naik 4 m/s per degree, 1.5 m/s per 100m depth inrement; dan 1 m/s utk kenaikan 1% salinitas.

variasi sos with depth di o disebut ss/sos profile. (kita sebut ss utk veri non-o dan sos utk hal gak perlu, tapi kita gunakan ss utk ngomong profile). ssp jadinya. ssp ini gak dipengaruhi range, dimana o itu katanya horizontally stratified. bbrp model o-a numerical memasukkan horizontal stratification, keuntugnannya dari sisi komputasi: solusi utk field terpisah ke range dan depth compos…ini sederhanakan perhitungan dari field…sangat teramat banget

horizontal stratification gak berlaku through oceanic fronts & eddies, nor shallow water of non-uniform depth. env spt itu range-dependent…shg acoustic fieldnya hrs dilihat scr 3D.
mesoscale eddies (dia = bbrp ratus km) sering tjd di north atlan o, dibentuk oleh meanders dari gulf stream. dan eddies yg lebih kecil (dia dlm orde 10km) di arctic ocean dihasilkan dari berbagai mekanisme kompleks tmsk geostrophic flow over the iceland-faeroes ridge dan an unusual shear current structure in the vicinity of scoresby sund, greenland…

biasanya o eddies gak punya fitur permukaan yg namapk, walau keberadaannya bs keliatan dari altimetry data, expendable bathy thermo graph XBT porfiles dan thermistor chain measurements.
jk ice cover ada, in the marginal ice zone MIZ off the east coast of greenland, ice floes bs berperan sbg a tracer memperlihatkan struktur melingkar dari eddy atau system of eddies.

sos di o tunjukkan small departures (1%an) dari 1500 m/s tp efek dari sound propagation di o besar. di deep o, profile berperan sbg acoustic waveguide, mendukugn propagasi to long ranges with little attenuation.
3D effects itu signifikan di f & e, teruama acoustic divergence (cold core eddies) & convergence (warm core eddies) di H.
idealnya acoustic prop model tunggal bs handle semua kondisi di atas, tp krn 2D ya gimana lagi.

kita bikin berbagai profile: temperature profile, salinity profile, snd-spd profile misalnya utk pasifik utara.
plotnya adlh x-y dg x=temp,sal,ss dan y = depth, jadi gunakan kuadran 4. semakin dalam misalnya temp makin mendekati 0, salinity exp mendekati 35 (dari 33) <- hampir independen thd kedalaman, ss rada aneh dari 1500 m/s lalu sempet berkurang ke 1480-an di kedalaman 500-1000 dan lalu naik lagi smp 1530+an saat mendekati 5km. bs dibilang ss itu dipengaruhi tmp dan pressure, slainity gak ada efek (kecuali dibawah bongkahan es di lautan kutub dan di daerah es-tua-rine of coastal seas). deep o yg suhu makin rendah disebut the (main) thermocline. di bawah themoclien temp itu stabil dan mulai independen thd kedalaman. pressure itu bertambah linearly with depth, net effect nya bikin snd-spd minimum at a depth atr 500-1500m.

sound rays itu bengkok ke arah daerah dg lower snd-spd, minimum di profile berperan sbg acoustic waveguide disebut jg deep sound channel DCS, dimana energi dari sumber dekat nilai minimum bs terjebak, shg propagasi punya loss yg rendah smp bbrp ribu km. ini mungkin yg akibatkan kec suara jd lebih tinggi di deep o. minimum di profile biasa disebut channel axis atau SOFAR channel axis. pd tiap latitude, minimum ini menyempit di pasifik dibanding atlantik smp bbrp ratus m.
DCS gak dipengaruhi keadaan perm, terutama solar heating dan wind-induced mixing. segara di bawah perm smp bbrp ratus m, snd-spd profile sensitif thd pengaruh perm, menunjukkan diurnal dan seasonal variations.
atlantik utara waktu musim dingin: efek dari angin yg kuat adlh bikin layer perm yg bersuhu sama (isothermal). snd sped di layer tsb naik scr linear dg kedalaman, hasilkan surface duct yg berperan sbg acoustic waveguide.
waktu musim panas: efek dari solar heating adlh bikin layer perm air hangat…kadang disebut juga secondary atau seasonal thermocline. layer ini adlh downward refracting layer dimana gak dukung long range acoustic propagation tp sebabkan deep acoustic shadow.

snd-spd profile biasanya punya 2 minima gara2 keadaan perm, ini bs tjd misal stlh lewatnya badai saat solar heating hasilkan seasonal thermocline di atas well-mixed, deep isothermal layer.
profile dg double minimum yg permanen dikarenakan masuknya mediterranean water ke atlantik ditemukan di bay of biscay…di sini shallo dan deep minima biasaya pd kedalaman 500 dan 1500m.

snd-spd:
0-200 : surface duct dg 0-100 = seasonal thermocline (wkt sumer)
200-1000 m: main thermocline
1000-5000m: isothermal deep water
5km-…: bottom
profile akan berbeda misalnay di atlantik utara wkt winter dan summer, winter: mixed layer to a depth of 200m (gak ada seasonal thermo), summer: gara2 solar heating hasilkan seasonal thermocline

kita kenal bentuk sin, cos…misal utk sin: kita lihat di gunung dulu baru lautan…gampangnya, gunung dimulai dari phase ph+0 dan akhir di ph+180, lautan dimulai dari ph+180 ke ph+360. kita lihat ‘minima’ di ph+270, dan ita lihat maxima di ph+90. o-a prop model punya 2 minima dimana ‘wave’ dimulai dengan ph+90 dan lanjut ke ph+270, lalu naik lagi ke ph+0 dan ph+90 utk turun lagi ke ph+270, abis itu selalu naik. kt perkenalkan lagi utk gunung dan lautan: kecuraman baik naik maupun turun. jk kita bikin ph+0 ke ph+90 ‘pendek’ artinya: terjal, curam, dll kita lambangkan ph0+90/. dan ph+90 ke ph+180 yg ‘pendek’ akan kita lambangkan ph90+180\ (terjal). bgm jk dia ‘panjang’ misal dari ph+270 ke ph+360 ke ph+90 naik teruuus…spt s-o-s profile setelah 2 minima? ph270+90_/ !

di arctic gak ada DCS, SOFAR channel axis pelan-pelan makin de’et pd latitudes yg makin tinggi…ke utara. suhu minimum di permukaan -2 C dan ss 1440 m/s.

 

Advertisements

On Frequency

Dari TS25.104 ada bbrp kelas BS:
* wide area -> macro cell, BS2UE MCL = 70 dB (utk urban area dan 80 dB utk rural area), 10jt gaji bulanan
* medium range -> micro cell, BS2UE MCL = 53 dB, 100rb biaya harian
* local area -> picocell, BS2UE MCL = 45 dB, 10rb sekali makan
* home base -> femtocell

Secara ukuran, wiki bilang macrocell itu 35km, microcell <2km, picocell <=200m, dan femto itu ~10m. ingat di pesawat itu picocell krn dia sekitar 50-75m.

Waktu orang bilang: dBm itu absolut dan dBc itu relatif -> dBm itu in reference ke 1 mW, jk dBw itu in reference ke 1 W. dan dBc itu in reference to kekuatan sinyal carrier nya, jadi nilai positif berarti kekuatan sinyal informasi/input/pemodulasi (kita lupa yg jadi pemodulasi dan termodulasi itu yang mana, butuh clue, baca wiki nya sih berarti carrier itu yg tercabik-cabik atau terrobek-robek, dia sbg yang lebih besar/dewasa/gede/kuat ya mengalah lah ditumpangin parasit, atau baca: salah satu aspek / properti / karakteristik / atribut dari carrier wave yg biasanya berbentuk sinusoid ini diubah, dimodifikasi, dimodulasi) lebih dari kekuatan sinyal carrier. termodulasi maka jadi carrier, pemodulasi/modulating jd sinyal input/informasinya.

coba lihat lagi berhubung db itu 10 log (Po/Pi) -> misalnya power output 2x lipat -> maka ini 3 dB change, terutama yg power yang turun sampai setengahnya itu disebut half-power point dan berhubungan dg cutoff frequency. Juga power 4x lipat itu 6 dB change, tentu 0 dB change = 1x lipat alias gak berubah dan 10x lipat = 10 dB change, 100x lipat = 20 dB change. Cara baca: x lipat berarti Po/Pi, utk 10x -> log 10 = 1. berapa dB = apa yang dibagi 10 hasilkan log (x kali lipat)? 100 kali lipat?? apa dibagi 10 hasilkan log 100 = 2 -> hasil = 20 dB change.
sehubungan dg itu: gimana konversi dari dBm (absolut) ke dBc (relatif)? kita lihat dulu tentunya power dari carrier itu berapa, anggap saja absolutnya 3 dBm, maka ini setara dengan 3 dB greater dari 0 dBm, 0 dBm = 1 mW? sementara 3 dB greater itu kan 2x lipat, artinya kita peroleh 2 mW. kalau kita konversi ke dBc kita lihat dulu berapa power carrier nya? jika misal power carrier saat itu 4 mW berapa power relatif ke carrier? setengahnya bukan? ini hasilkan -3 dBc.

decibel coba kita lihat dulu bentuk2nya:

1. 80 dBm = 100 kW = daya transmisi di stasiun radio FM dg 50km=31mi range
2. 62 dBm = 1.588 kW  daya output max sebuah stasiun ham radio di amrik
3. 60 dBm = 1 kW = daya pancaran RF utk semua elemen2 dlm microwave oven
4. 50 dBm = 100 W = a) black body radiation: thermal radiation yg dipancarkan oleh tubuh kita
5. 40 dBm = 10 W = daya pancar PLC power line carrier (wah jadi ingat dulu bpl dan plc nih)
6. 37 dBm = 5 W = daya pancar RF max sebuah transceiver VHF/UHF ham radio
7. 36 dBm = 4 W = daya pancar max stasiun citizens’ band radio (27 mhz)
8. 33 dBm = 2 W = output max hp 3g/umts (utk pesawat power class 1) dan juga gsm850/900
9. 30 dBm = 1 W = hp gsm 1800/1900
10. 29 dBm = 0.794 W
11. 27 dBm = 0.5 W = daya transmisi hp rata-rata tuh dan uga output max hp 3g/umts yg power class 2
12. 24 dBm = 0.251 W = spt atas hp 3g/umts yg power class 3
13. 23 dBm = 0.2 W = EIRP utk 802.11n
14. 21 dBm = 0.125 W = … yg power class 4
15. 20 dBm = 0.1 W = EIRP utk 802.11b/g JUGA bluetooth class 1 radio
16. 15 dBm = 0.032 W = daya transmisi adapter WLAN di laptop
17. 7 dBm = 0.005 W = power level yg digunakan utk ‘ngetes’ rangkaian AGC di penerima AM
18. 4 dBm = 0.0025 W = bluetooth class 2 radio, 10m range
19. 0 dBm = 0.001 or 1 mW = bluetooth class 3 radio, 1m range
20. -10 dBm = 100 uW = daya sinyal yg diterima max dari jaringan nirkabel (pastinya dari -10 ke -30 dBm)
21. -80 dBm = 10 pW = daya sinyal yg diterima rata-rata dari jaringan nirkabel (pastinya: -70 smp -90 dBm)
22. -111 dBm = 0.008 pW = thermal noise floor utk GPS komersil, single channel signal bw (2 mhz)
23. -127.5 dBm = 0.000178 pW = daya sinyal yg dterima rata-rata dari satelit GPS
24. -174 dBm = … thermal noise floor utk 1 hz Bandwidth at room temp 20 C
25. -192.5 dBm = … thermal noise floor utk 1 hz bw di outer space (4 K)

katanya dBc biasa digunakan utk spurs, noise, channel crosstalk, intermodal signals dll yg bs interfere dg carrier. jk misal kita punya spur dg -50 dBc dan carrier pada +10 dBm, berapa dBm utk spur? jawab -40 dBm. gampangnya kita lihat absolut dari carrier: dia 10x lipat dari 1 mW = 10 mW, lalu spur nya 1/100rb dari carrier -> 1/10rb mW aka -40 dBm.

konsep modulasi itu sendiri bahwa properti dari sinyal yang lebih besar aka pembawa ini dioprek, dicabik, dirobek, dimodifikasi oleh burung ababil (modulating signal). lalu kita kenal 2 band, base dan pass, sebetulnya rujuk ke sinyal yang sama, sinyal informasi, hanya dalam kondisi yang berbeda. yg pertama rujuk ke kondisi dia masih suci, imut, ingusan, hijau, kurang pengalaman, yg kedua sewaktu sudah jadi monster bernama ferguston, sudah menumpang, menjadi penumpang carrier spt malaysian airlines atau telkomsel (halah).

dalam telekomunikasi, sinyal informasi itu bisa digital atau analog. jadi kita kenal modulasi digital spt ASK, APSK, CPM, FSK, MFSK, MSK, OOK, PPM, PSK, QAM, SC-FDE, TCM serta modulasi analog spt AM, FM, PM, QAM, SM, SSB (laman ini bilang AM dan SSB itu linear modulation sedangkan FM dan PM itu non-linear modulation).
V.21, V.23 dan bell 103 adlh contoh FSK modems, sedangkan V.32, V.32bis, dan V.22bis adlh contoh QAM modems. V.22 adlh QPSK modem.
tentu penggunaannya (kapan gunakan mod digital atau analog) berbeda, walau prosesnya ada persamaan: menggunakan analog bandpass channel (ABC). sebelumnya kenal 2 band: base dan pass, lah ini kita kenal 1 pass: bandpass 🙂
digital modulation kirim digital bit stream (internet) di atas ABC, sedangkan analog modulation kirim sinyal baseband analog (sinyal audio, sinyal TV) di atas ABC yg frekuensinya berbeda. ABC utk sinyal digital misalnya PSTN yg bandpass filternya membatasi range frek ke 300-3400hz, ABC utk sinyal analog misalnya cable TV network channel.

berikut ini penjelasan panjang lebar, tapi krn terlalu padat, kita perlu yang versi lebih layman utk modulasi digital. ada yg bilang digital modulation scheme itu analog transmission, ada yg bilang digital atau data transmission. tp scr fundamental sih transmisi di atas sinyal analog / carrier yg kt modulasi menggunakan sinyal diskrit atau pengiriman sinyal digital di atas kanal analog. tp ada perbedaan katanya atr digital modulation (berbasis keying) dan line coding dimana yg pertama itu dilewatkan di atas passband kanal analog, yg kedua itu via baseband kanal analog. dlm digital modulation, pemodulasi punya a finite number of (digital) states, maka digunakan istilah key dari morse code key dlm pensinyalan telegraf. ada berbagai jenis keying: {A,F,P}-shift keying, contoh bluetooth menggunakan PSK, dan PSK sendiri ada banyak jenis: BPSK, QPSK, 8PSK, 16PSK, DPSK, DQPSK, OQPSK, dst. paling fundamental ada 4 utk DM: ASK, FSK, PSK, dan QAM, masing2 punya a finite number of As, Fs, Ps, dan QAM menggunakan a finite number of at least 2 Ps + 2 As, istilah Q berhubungan dg quadrature, dimana quadrant berarti 4 spaces…

melihat bentuk BPSK, QPSK, 8PSK, dll kita bisa asosiasikan: binary berarti ada 2 states (tepatnya ada 2 phases), kita bikin symbol 0 dan 1, utk quadrature ada 4 states: 00, 01, 10, 11 sedangkan utk 8PSK ada 8 states: xyz, di sini 00 itu symbol dan 0 (bit) itu alphabet.
kita bicara constellation diagram dimana ada sb-x dan sb-y kita sebut I (in-phase) dan Q (quadrature) yg setara dg sb bilangan nyata dan sb bilangan imajiner dlm complex plane.
berikut ini penjelasan pekerja seks komersil beserta animasinya.

mengenai istilah
baseband kadang disebut juga lowpass, non-modulated
passband disebut juga bandpass, carrier-modulated, intermediate frequency.
tapi, passband dan bandpass itu harusnya berbeda penggunaannya: passband, namanya juga ‘band’ artinya porsi dari RF spectrum yg sudah melalui bandpass filter, sedangkan bandpass filter itu devicenya yang melewatkan range frek ttt, dan menolak, attenuate, frek di luar range tsb.
selain ada bandpass filter, ada juga lowpass dan highpass filter.

now mr bicara bandpass digital modulation…

jk kita pengen ngemodulasi di dunia nyata dimana rata-rata media transmisi itu hanya punya BW di luar / atas baseband (di atas 0 hz), misal di RF region ini dan itu: kanal utk hp kan sudah diatur di 900mhz, atau optical fibre link sudah diatur pemerintah di 30rb ghz…itulah resource yg tersedia. maka kita lakukan modulasi pada menggunakan bandpass signaling…kita memodulasi A, f, atau p dari carrier sinewave yg biasa dilambangkan dg cos wc*t. apa pengaruh dari pilihan modulasi yg kita ambil: gampang susahnya mengimplementasi, noise tolerance, occupied channel bw, dst.

ASK: adlh paling sederhana utk modulasi data/digital yg bandpass, simbol (ya data, digital kita bicara simbol dimana simbol itu bisa terdiri dari 2 digital bit, 3, 4, 8, dst), masing2 simbol direpr dg berbagai amplitudo diskrit (jk simbol ada 2 bit: kita punya 4 nilai diskrit, 3 bits: 8 nilai dst). disebut jg OOK, on-off-keying.

simetri di ASK: spektrum sinyal ASK (yg sudah di/ter-modulasi tentunya) katanya gampang utk dikenali jk kita tau spektrum dari baseband data symbol stream nya. caranya: kita lihat ASK modulation itu sbg mixing / multiplication dari baseband symbol stream dg carrier component. so coba kita lihat misal komponen dari baseband itu cos wm*t, dan komponen dari carrier cos wc*t, mdulated signal mjd cos wm*t * cos wc*t = 1/2 * … dimana ellipsis adlh cos kurang(w)*t + cos tambah(w)*t. baru tau ternyata: hasilnya jd sebuah simetri: 2 identical components spaced symmetrically di kiri dan kanan carrier freq: kurang dan tambah…atau komponen sum dan difference

spectral occupancy dari ASK aka ASK data spectrum: ada ngejumlahin SEMUA komponen2 yg hasilkan simetri di atas….tentu hasilnya: yg kaya makin kaya, yg miskin majunya sedikit…aka yg amplitudonya tinggi dijumlah dg yg amplitudonya tinggi (karena tiap komponen tentu sama frek nya???) dan ini bentuknya ‘scaling’ dari versi komponen tunggal…dan ada 2 sisi yg mirror each other ke carrier req: double sdeband spectrum yg punya: upper dan lower sideband wrt the carrier.
jadi jelas: bw yg diisi/ditempati oleh modulasi ASK itu 2x yg ditempati source baseband stream dg max bw efficiency = 1 bit / second / Hz

kita pengen kirim data gunakan ASK dg rate 28.8kbps menggunakan kanal telepon dg bw dari 300 ke 3400 hz, berapa simbol sattes yg diperlukan utk bs menjalankan hal ini?
utk tau jumlah simbol rate kita hrs tau jumlah ‘states’ yg dibutuhkan utk bisa kirim data dg kapasitas 28.8kbps dan bw 3100hz.
C = B log2 M, 28800 = 3100 log2 M -> M = 626.1, nilai pangkat 2 terdekat = 1024, jadi butuh 2^10 states

bgm jk nilai2nya spt di atas, tapi kita pengen gunakan kanal dari 0 ke 3100 (bukan bandpass signaling lagi tapi baseband signaling -> baseband M-ary signalling)?
rumusnya jadi berbeda dari C = B log2 M ke C = 2*B log2 M, 28800 = 6200 log2 M -> M = 25.02 atau 2^5 states

bgm jk spt kondisi 1, kita tambah adanya SNR = 33 dB…berapa kapasitas ‘teoritis’nya?
kita hrs tau ini pengaruh kemana??? kita lihat ditanya kapasitas, berarti C jadi berubah dg adanya SNR ini. di laser-kucing kita tau C/I berubah pengaruh ke dropped user = kapasitas cdma/ofdma, so adanya faktor SNR anggap pengaruh ke kapasitas…
C = B log2 (SNR + 1), = 3100 log2 (10^3.3 + 1) = 33.996 kbps
(persamaan ini valid utk baseband dan bandpass channels)

learned: jk gunakan bandpass maka symbol jumlahnya jadi lebih banyak dibanding gunakan baseband.

ASK sinyal bs diperoleh dari perkalian/mixer atr baseband symbol stream dg carrier, ini disebut proses modulasi linear.

sementara kita punya tempat baru (forum) dan majalah utk ditongkrongin. weits, menarik juga.

Mengenai C/I

Kita bisa menggunakan C/I ratio utk menentukan apakah interference case itu acceptable atau gak. Utk menentukan C/I ratio kita lihat juga perhitungan masing-masing C dan I, yakni utk desired carrier power dan interference carrier power.

C = PTD+GTD+GRD-FSLD-LWGTD-LWGRD
C = received desired carrier power
PTD = transmit power from the desired station in dBm (Vt)
GTD = antenna gain of the desired transmit station in dB (Vt)
GRD = antenna gain of the desired receive station in dB (Vr)
FSLD = free-space loss of the desired path in dB (VL)
LWGTD = loss of the waveguide of the desired transmit station (Vt)
LWGRD = loss of the waveguide of the desired receive station (Vr)

I = PTI+GTI+GRD-GCD-FSLI-LWGTI-LWGRD
I = received interfering carrier power
PTI = transmit power from the interfering station in dBm (It)
GTI = antenna gain of the interfering transmit station in dB (It)
GRD = antenna gain of the desired receive station in dB measured at the angle of arrival of the interfering signal (Vr)
GCD = combined angular discrimination of the two antennas at their respective discrimination angles (?)
FSLI = free-space loss of the interfering path in dB (IL)
LWGTI = loss of the waveguide of the interfering transmit station (It)
LWGRD = loss of the waveguide of the desired receive station (Vr)

lalu mengenai frek, kita bs dengar 20hz-20khz, anjing bs lebih tinggi lagi smp 45khz (atau 40khz, serta kucing 0.1-60khz, kelelawar 1-100khz, dolfin smp 150khz) dan tertinggi dlm dunia mamalia adlh dolfin yg smp 150khz (katanya dia gunakan HF click sounds sbg bag dari echolocation nya (ada konsep jammingnya juga), dia produce dan denger di range frek suara tsb – juga rangenya dari yg biasa didengar oleh manusia (<20khz) sampai 120khz, jd masuk dong di dlm nya 37.5khz dong ya), suara manusia dari 300-3400hz yakni 500-2000hz. tapi kelelawar bs smp 250khz, tp katanya inaudible echolocation clicksnya bs atr 25-80khz.
gimana manusia keluarkan suara? kita keluarkan suara dg keluarkan nafas…paru-paru paksa udara keluar lewat larinks. pita suara di larinks bergetar saat dilewati udara yg hasilkan suara. speech yg kita keluarkan dibentuk oleh tenggorokan, lidah, mulut, bibir.

Entri wiki berikut menjelaskan hearing range. yg katanya echolocation di 150khz sedangkan bawah dari 75kh digunakan utk social interaction krn sinyal akan sinyal akan lebih jauh jangkauannya, ingat frek lebih rendah maka dia panjang gelombang makin besar. dan bs dipahami sinyal yg berjalan jauh cocoknya memang cari pasangan. variasi suara yg dihasilkan dolfin, selain bs ditentukan dari lokasi dan jenis dan usia (dan tentu teknis spt kekerasan suara dan durasi, selain frekuensi dan sensitivitas alat) adlh waktu atau musim. ada yg namanya whistle dan chirp dll.
kelelawar & dolfin katanya gunakan ultrasound utk navigasi dan berburu, HF sound waves itu katanya kecil sekali shg dia tembus dan direfkleksikan oleh smallest crevice & contour (wah ini bs jd sumber interferensi tuh), echoing back a sound profile in minute detail.
beda lagi dg tikus yg katanya jk lagi panik dan stres bs hasilkan range 30-50khz. shrews jg katanya 20-64khz calls waktu explorations…katanya 2 terrestrial mammals yg meng-echolocate adlh shrews dan tenrecs @madagascar. juga katanya tarsiers itu saling panggil memanggil pd 90khz shg tnp interferensi di dunianya krn background noise itu lebih rendah frek nya !.
dlm hal urusan manusia katanya hospital medical cleaners ber… dari 25-38khz serta jeweleres gunakan ultrasonic cleaners utk bersihkan perhiasan pd 42khz.
yg menarik adlh humpback whales yg bs gunakan serendah 30hz…bener2 ngebas (sedangkan dolfin utk navigasi gunakan 18-23khz).

penjelasan mgn ultrasound banyak yg range puluhan khz.

coba ingat lagi rumusnya: c = f * l, katanya kecepatan suara lebih tinggi di air dibanding udara, maka utk dptkan spatial resolution yg sama maka f jg perlu tinggi utk masalah suara ini. yg suka main ultrasound adlh dolphins (porpoises) dan whales. misal utk dolfin ada sejumlah kosa kata: mewing, moaning, rasping, whistling, clicking ama: c, me, mo, r, w dimana w = 7-15khz, c = smp 150khz, dst.

sementara itu dolfin spt delphinus, steno, tursiops terkenal dari vlow to vhigh, tursiops 0.1-300khz malah dg max sensitivity di jangka 40-70khz. eh tapi katanya: platanista, inia, pontoporia, dll yg di freshwater dan shallow coastal water gunakan med-to-high freqs misal inia yg 1-100khz denger, keluarkan smp 200khz dg max sensitivity di 20-60khz. nah ini coastal butuh tinggi -> bs utk atasi background yg rendah…kalau deep water buat apa butuh high frek dong? err, medium frek buat apa? jk high frek utk echolocation dan navigation, low frek utk social…apa interseksi atr sosial dan navigasi? mencari pasangan???
mengenai tulisan lebih panjang (atau tambahan) bs ttg issues di teknologi akustik dan ultrasound. tp mengenai cetacean sound, orcas gunakan 1-25khz utk w, c dan p (pulsed calls), dan humpback gunakan mo, g (groans), s (snores) 40-5khz, jd semua di bawah 37.5khz. katanya utk urusan paus ini, adlh solitary yg gunakan shallow (coastal dong), smooth-bottomed area dari lautan dimana suara berpropagasi dg baik…katanya dia juga low freq utk ngagetin calon mangsa. sedangkan echolocation dolfin bs short burst 20-170khz, jadi gak durasi lama dong ya. so kesimp med itu gak cocok utk navigasi yg short burst, durasi lama tentu cocok sama whale yg lagi nyanyi. yg namanya click itu juga pendek, gak durasi panjang dong ya…dan katanya peak frek smp 100khz, memang c itu pasti high freq lah.

37.5khz itu setara 560 us (aka 0.56 ms) burst period, ini adlh pulse freq jd kita bikin bursts of 21 pulses, dll, intinya: ada 0.56ms freq burst diikuti oleh no signal selama 1 detik – 0.56 ms = 1 – 0.00056 = 99.944%…jadi bisa dikatakan: lebih sering diam…aka duty cycle kecil??? katanya lower duty cycle itu utk save power at the sacrifice of range.

On Rails

Melihat ini menarik nih daftar aplikasi open source yg cocok utk dioprek satu per satu.

to be cont’d

Mencari (mengenai) pesawat

Mengenai pesawat ya, gimana jk oprek satcom nya dulu. daftar kecelakaan.

ini ada satcom hi gain.

SATCOM

sementara penduduknya seperti ini

mhd370-passenger

Melihat gambar ini…wuy…terus bicara bahwa baru inget ya…yang namanya aircraft, spacecraft dll itu kan ruang tertutup yang berada pada sebuah ‘space’, yang jarang kita lihat adalah adanya perbedaan tekanan di dalam ruang tertutup dan ruang terbuka yang mengelilinginya. Salah satu proses yang critical dan berhubungan erat dengan safety adalah pressure vessel. ada kata ambient temperature yang diartikan suhu lingkungan, apakah ambient pressure tekanan udara di lingkungan sekitar? fungsi pressure vessel adalah berisi gas atau cairan yang tekanannya berbeda jauh dengan ambient pressure. ada banyak penggunaan pressure vessel atau pressure tank spt alat untuk menyelam, penyulingan minyak, vessel reaktor nuklir, habitat untuk kapal selam dan pesawat ulang alik, reservoir rem udara utk kendaraan di jalan atau rel kereta juga tempat penyimpanan gas cair spt ammonia, klorin, propane, butane, LPG, dll. dan aplikasi uniknya adalah kabin penumpang di sebuah pesawat. Dulunya membikin pressure vessel ini sampai tanknya mampu tahan 10000 psi (entah gimana bayanginnnya) ini butuh 6 inci aka 1.5cm diameternya -> psi itu pounds per square inch, dimana utk masak sayur itu butuh 10psi.

Image

gambar di atas ada rujukan ‘kedalaman’, bs dibandingkan

indianoceandepth

yg namanya bb itu ada 2: fr atau fdr dan cvr. juga ada yg namanya flight data monitoring FDM atau flight data analysis atau flight operationgal quality assurance FOQA.

sementara binatang lain seirama adlh
data logger (yg katanya hrs dibedakan dari data acq…),
* quick access recorder QAR,
distress radiobeacon aka emergency beacon aka personal locator beacon PLB aka emergency locator transmitter ELT aka emergency position-indicating radio beacon EPIRB,
katanya mh dilengkapi dg 4 ELT: pintu depan, pintu belakang, fuselage dan kokpit, katanya dirancang utk kirimkan lokasi ke emergency satellite jk ditriggered oleh crash atau kontak dg air.
underwater locator beacon ULB aka underwater acoustic beacon aka pinger, serta
towed pinger locator TPL.

pinger itu tx, TPL itu rx.
pinger ini katanya ditriggered oleh water immersion yg akan keluarkan ultrasonic pulse 37.5hz dg internal sekali per detik. ini cara ngejelasinnya: ada pulse width…nah sepanjang lebar itu ada frekuensi “kanal” (err, kanal sih berarti pulsa + dataran ya…bukan pulsanya doang), katanya kirim smp 30 hr pd suhu 4 deg, bukannya lebih dingin tuh bawah samudera? 37.5khz versi 160.5 dB re 1 uPa bs dideteksi pd jarak 1-2km smp 4-5km. sedangkan 37.5 khz versi 180 db re 1uPa 4-5km smp 6-7 km, yg lebih jauh adlh 10 khz versi 180 dB re 1 uPa bs 7-9 km smp 17-22 km (normal to good). artinya lebih rendah frek pinger maka jarak jangkauan lebih jauh. jd memang disarankan dibuatkan versi 8.5khz dan 9.5khz.

ini produk yg digunakan di pswt hilang disebut locator beacon yg digunakan oleh major airlines, NASA, militer, oceanographers, dll. produk lainnya tmsk emergency power, power distro/control, instrument & sensor, dan passenger comfort.
katanya bawa tradisi N15 F210 B yg ternyata ada bukunya. ttg sonar transmitter aka alumunium transmitter dg model tsb menjalani test water immersion slm 30 hari. jg ditentukan derajat kekaratan yg mempengaruhi reustability dari transmitter tsb. produk ini menambah fitur extended useful life. beacons tsb dirancang dan disertifikasi FAA TSO-C121 dan bs beroperasi pd kedalaman 20rb kaki. ada bbrp produk beacons: DK100/DK130 adlh versi (hrs dikirim ke pabrik utk overhaul exchange) dan versi sealed, DK120/DK140 adlh versi baru puya field replaceable battery. ada label tanggal yg bilang expiration date dan utk mengganti batere ada batere pengganti dan battery change tooling utk peralatannya. versi terbaru mrk adlh DK120/90 FAA TSO-C121B smp 90 hari operasi dan DK180 FAA TSO-C200 utk airframe low frequency beacons (wah yg dibawah 37.5 tea ya).

pemahaman decibel di acoustic misalnya db SPL merujuk nilai 20 uPa atau 1 uPa utk suara di udara/gas dan air/cairan. lalu ada db SIL yg relatif ke sepertrilyun W/sq-m. lalu ada lagi db SWL relatif ke sepertrilyun W.

utk urusan antenna ada dBi, dBd (dipole) dimana 0 dBd = 2.15 dBi, dBiC (isotropic circular), dBq (quarterwave), dBsm (square meter), dBm-1 (reciprocal meter), dll.

kalo baca helderberg air disaster ini (kapan?). wah ini malah jadi bacaan super menarik dari afrika selatan ttg 747-224B 28 nov ’87….

so skrg baca dan apa yg kita dapat?

ping-locator

rute berikut ini sudah diubah lagi…

dari-dm

Lalu ada bicara soal cabin pressurization digunakan utk kenyamanan saat terbang di udara dengan cara memompa udara terkondisi (spt apa tuh) ke kabin. Kabin bertekanan ini perlu utk terbang ketinggian 12500 kaki FL125 ke FL140, katanya jk tidak diproteksi ada permasalahan fisiologis karena low outside air pressure pada ketinggian itu (gimana cruise altitude 35rb kaki ya?)…intinya spt ini katanya:

(hey pertimbangkan: dari awalnya pengen kenalan sama 1805 dimana frek awal dari downlink utk gsm1800 nyambung ke eksperimen 1804 dimana gay-lussac dan biot, tepatnya 24 agustus! The scientists J.B. Biot and Joseph Louis Gay-Lussac made electromagnetic observations in their flight from the Conservatoire des Arts et Métiers in Paris on August 24, 1804. According to their barometer, they rose to 13,000 feet (3,962 meters). Later, Gay-Lussac made another flight by himself and ascended to 23,000 feet (7,010 meters)—a record that was held for 50 years. At that height, he experienced quickened pulse, shortness of breath, and finally unconsciousness—symptoms of oxygen deprivation—until the balloon began to descend. He still managed, however, to collect air samples at over 20,000 feet (6,000 meters), study the variation of pressure and temperature, and repeat his earlier electromagnetic observations. nekat ya ilmuwan jaman dulu? karena gak ada pilihan ‘enak’. dari artikel di atas disebutkan eksperimen dilanjutkan oleh coxwell dan gaisher ~58 th berikutnya, di ketinggian 5 mil / 8 km coxwell mulai susah melihat, gak bisa baca instrumen, susah nafas, juga balloon cord had become tangled, gak bs lepas gas utk mulai turun, malah naik terus smp 29rb kaki aka 8839m, glaisher gak bs gerakkan tungkai, gak bs ngomong, lost consciousness…tp regained lagi tuh, tangan gak bs gerak dari membeku, walau akhirnya bs pegang balloon cord dg gigi dan lepas hidrogen shg bs turun dan bahkan selamat..perkiraan ketinggian adlh 30rb kaki = 9144m). Sementara itu utk sekedar tambahan bahan bacaan bisa dibaca lagi dan pahlawan kita. sementara 1880 ada publikasi berikut mengenai glaisher dan coxwell.

hypoxia dimana tensi oksigen alveolar di paru-paru dan di otak berkurang akibatnya lola/telmi, pandangan berkurang, kesadaran berkurang, bahkan mati. Pada ketinggian 5000 kaki (1.5km) itu konsentrasi oksigen cuma 1/4 dari permukaan laut, orang bisa tahan sampai 8000 kaki (2.4km).Kalau kita ada botol aqua kosong di ketinggian 8rb kaki, sampai darat dia ngempes (oleh tekanan yg lebih tinggi) -> apa bisa jelaskan botol aqua yg ngempes dlm freezer?

Orang di daratan butuh 1/5 bar yg namanya partial pressure of oxygen (ppoo –> ini dalam darah) utk berfungsi normal dan tekanan ini bisa dipertahankan sampai 40rb kaki (12km) dengan tingkatkan mole fraction dari oksigen yang dihirup. katanya di 40rb kaki itu ambient air pressure cuma 1/5 bar jadi bernafas sudah 100% pake mask oksigen. di atas 40rb kaki itu ppoo sudah dibawah 1/5 bar dan hipoksia sukar dihindari tanpa pemberian pressurisation yang tepat dan rapid descent (gila gak mh370 dari 45rb kaki ke 23rb kaki).

setelah hypoxia adlh sakit pada ketinggian. respon tubuh menghadapi hipoksia adlh hyperventilation, yg ngebantu restore ppoo di darah tapi juga sebabkan: co2 to out-gas (meningkat tajam??), tingkatkan pH darah dan mengundang alkalosis, apapun itu. di sini penumpang berasa mual mulas lelah leti lesu ngantuk lemes bahkan pulmonary oedema, apapun itu.

sakit dekompresi: ada ppoo ada juga ppo(gas lain) spt nitrogen, nilai rendah dari ppon bikin dissolved gas di aliran darah precipitate out bisa hasilkan bubble di aliran darah.

ada juga ternyata pakaian bertekanan utk ngatasi altitude sickness dan decompression sickness bernama full pressure suit.

barotrauma: saat pesawat naik atau turun, penumpang bs rasakan sakit, nyeri, gak enak krn gas dalam tubuh mengembang atau mengempis. gas bisa terjebak dalam {bagian tubuh lah}, bisa juga dirasakan pada gastrointestinal tract aka sistem pencernaan atau gigi.

dari-jp

Baik CVR maupn FDR punya ULB di bagian depannya, dan fungsinya kasih pulse tiap detik pd freq 37.5khz. yg direkam di CVR ini mic dan earphone pilot serata area mic di atap cockpit. biasanya minimum 2 jam recording. standarnya katanya bs rekam 4 kanal audio data utk 2 jam. dulunya gunakan analog wire recording lalu dignati dg analog magnetic tape (ini kayaknya penyebab cuma 2 jam dan tulis ulang sebelumnya). bbrp unit tape gunakan 2 reels dg tape auto…ly reversing at each end. unit lain gunakan a single reel, dg tape spliced into a cont…ous loop, spt 8-track cartridge, tape bakal circulate dan info audio sebelumnya ditulisulang setiap 30 menit. kadang recovery suka susah jk housing h/b/breached wkt masuk air. maka desain baru (di si hilang?) gunakan solid-state memory & gunakan digital recording tech: lebih tahan guncang, vibrasi, dan kelembaban, juga kebutuhan daya yg lebih rendah…dg gunakan batere, bs rekam terus smp penerbangan berakhir bahkan jk sistem listrik pd mati. spt juga fdr katanya dimounted di fuselage belakang agar maks-kan kemungkinan lolos crash nya. Contoh komunikasi yg tjd di liveleak dan youtube. atau yg berbentuk transkrip. dan tambahan lain.

Coba lihat gambar-gambar berikut yang menjelaskan proses kita mencari si mh:

dari-aviationist

peta kemungkinan keberadaan (versi 1):

probability_map

Gak selesai di situ ada juga cerita yg namanya cabin altitude. ceritanya jika bilang cabin altitude 0, itu setara dengan pesawat berada pada ketinggian permukaan laut yg tekanan udaranya 0, sedangkan utk airport dimana pesawat ngetem itu sedikit di atasnya. utk pswt rencana terbang di 40rb kaki aka 12km dibikin max nya 8rb kaki saja utk cabin altitude ini…lalu turun dari situ (misal jk pesawat turun ke 35rb kaki maka nilai cabin altitude diturunkan dari tekanan udara di 8rb kaki). misalnya: pswt terbang pd 39rb kaki akan punya cabin altitude pada 6900 kaki (2.1km), semakin turun ca semakin cocok utk pswt2 baru, utk 787 dreamliner itu max 6rb kaki. tentu makin rendah itu artinya tekanan makin tinggi maka perancangan kabin makin susah (no?), tapi positifnya pastikan penumpang gak kena hipoksia, alt sickness, decomp sickness, barotrauma.

Apa saja permasalahan yang diakibatkan (yg berhub dg) cabin altitude ini: catastrophic loss spt airframe integrity (explosive decompression), ke slow leaks atau equipment malfunctions yg bikin cabin pressure ngedrop ke level gak terdeteksi (oleh?) yg sebabkan unconsciousness atau lainnya.

Katanya failure pada cabin pressurazation di atas 10rb kaki (3km) itu perlu emergency descent ke 8rb kaki (2.4km) -> cuma 600m dong, atau sekitar itu sambil pertahankan MSA aka terrain clearance dan juga penggunakan oxygen mask pada tiap bangku. ada istilah time of usefull consciousness bergantung pada ketinggian. selain pressure, gimana mengenai temperatur: dengan turunnya tekanan, suhu udara kabin juga turun ke ambient outside tmemp dg bahaya spt hipotermia atau frostbite. sedangkan utk jet fighter itu krn ukuran cockpit yg kecil bikin dia hrs pake oxygen mask terus2an krn gak bakal ada waktu.

Katanya terbang tinggi banget di atas 40rb kaki bisa bikin masalah jantung ada yg pilot jantungnya melebar dan setelah ke bumi punya masalah jantung dll.

Sementara itu, image berikut cukup membantu.

wreckage-locationsearchers

On Protocol

Jumat sore gini enaknya ngomongin protokol nih…sebetulnya ngomongin yang satu ini gak bakalan ada habisnya (pada dasarnya subjek apapun gak bakal ada abisnya), karena pasti ada aja protokol baru dibuat, protokol lama terlupakan. Hal paling mengasyikkan dari main-main dengan protokol adalah prosesnya, pasti ada aja bug, masalah, kemacetan, ketidakjelasan, kekusrutan, kesemrawutan, kekacauan, … semua berjuang demi menciptakan protokol yang teruji, robust, berjalan pada berbagai kendala dan kondisi, gak ambigu, complete (ngejelasin skenario apapun bisa, gak kekurangan kosakata atau tata bahasa), dan concise (jika ada 2 jalan ke sesuatu, pilih yang terpendek, tercepat, paling murah, paling efisien).

Kalau definisi sederhanya: aturan untuk saling menukar data..nah gimana dengan web service. ada 2 kata di sini: layanan dan web, tapi kenapa disebut layanan ya..padahal tujuannya mengatakan: metode komunikasi, yang berarti juga protokol, kalau kata web sih sudah jelas.

Nah ceritanya ada 2 jenis web service: REST-compliant dan arbitrary. Kalo yg pertama itu operasi-operasi yang diijinkan pada layanan khusus yang RESTful saja, sedang yang kedua: operasi bebas gimana pembuatnya. Tentu bicara operasi gak melulu mirip operasi seroja atau operasi trikora, tapi lebih ke arah operasi seperti perhitungan matriks, pencarian database, identifikasi gambar, dsb. REST-compliant WS itu bicara soal operasi-operasi yang stateless, jadi masing-masing operasi: apakah itu pencarian data, update data, pembuatan atau penghancuran resource semuanya gak direkam statusnya, jadi tiap operasi bener-bener murni seperti operasi pencurian bank yang para pecurinya belum mengenal satu sama lain dan setelah berhasil dia akan bagi-bagi hasil abis itu berpencar dan menjalani hidup masing-masing seakan-akan tidak saling mengenal lagi, tentu ada banyak banget contoh-contoh ceritanya jika orang tertarik untuk membaca satu per satu.

Tapi mari kita bicara mengenai REST dulu, lanjut dengan bicara SOAP.

Dan sebelum bicara REST, perlu bicara protokol HTTP dulu, protokol satu ini punya banyak kosakata, antara lain kode request dan response spt 200, 3xx, 404, 5xx, dst. Terus ada yang namanya tipe media. Ada juga yang namanya metode request: GET, POST, PUT, DELETE. Tujuan REST adalah mengelola web resource, dan tiap resource diberi ‘nama’ atau identifikasi berupa URI. Proses manipulasi resource ini dilakukan dengan para komponen saling lempar, tukar, kirim, tendang representasi dari komponen itu sendiri. Representasi dari komponen itu ibaratnya, jika punya lingkaran representasinya cukup titik tengah dan radius, jika punya informasi mengenai radar mungkin mungkin cukup: merk, pembuat, model, tipe, dan “spesifikasi cepatnya”. Mereka dinyatakan = direpresentasikan baik sebagai XML, CSV, JSON, dll.

Jadi seseorang yang mau gunakan web service ini butuh identitas dan nama/jenis aksi/operasi yang diinginkan, dan bing…mendapatkan layanan deh.

…to be cont’d

Now, update sedikit baca QA sexist ini atau ini kita lihat web page itu representasi resource dan resource gampangnya itu secangkir kopi hangat, operasi padanya bisa mengangkat, menyenggol, melempar ke muka farhat amblas, meminum, dll. ditilik dari segi bahasa, ada kata benda dan kata kerja, kata benda jadi resource dan kata kerja spt GET, PUT, DELETE, POST, dsb jadi operasi. di konsep OOP polimorfism menyatakan bahwa kata kerja yang sama (misal GET) bisa dilakukan oleh berbagai benda yang berbeda, katanya provisi dari/ke/oleh satu interface (~ kata kerja, operasi) ke entitas yg berbeda-beda jenisnya (~ kata benda, resource).

Contoh implementasi polim ini biasanya sebuah fungsi (gampangnya aritmatika spt tambah, kali, kurang, bagi)  yang ‘signature’ nya bisa beda-beda, ada kembalikan short, integer, float, double, ada yang terima 2 parameter, 3, 4, …, ini disebut ad hoc polymorphism.

Jenis kedua adalah parametric polymorphism yang suka disebut generics di java atau template di C++. dan terakhir ada yang namanya subtyping atau inclusion polymorphism dimana jika kita punya fungsi yg terima parameter bertipe Bapak, bisa kita lempar argumen bertipe Anak asalkan Anak itu turunan Bapak. Dalam contoh ini biasanya si Anak punya overriden fungsi (versi dia sendiri) yang berbeda dengan versi Bapaknya, jadi kalau kita lempar argumen tipe Anak maka fungsi yang dipanggil adalah fungsi versi si Anak.

Bicara mengenai subtyping tidak terlepas dari bicara prinsip substitusi Livkov yang bilang objek bertipe Bapak itu harus bisa diganti oleh objek bertip Anak tanpa ganggu atau rusak sifat / karakter / properti dari program. Asumsikan Bapak cuma lulus SD, anak bisa lulus S1, atau Bapak lulus SMA anak lulus S3…semua kemampuan Bapak ‘dimiliki’ oleh kemampuan Anak. Jika kita ‘lihat’ dunia mikro objek dari kode, kita lihat jumlah bit dari Anak ini lebih gede dari si Bapak, kita lihat otak si Anak ini lebih berisi dari si Bapak. si Bapak dibilang general atau generalization, sedangkan si Anak dibilang specialized atau specialization…jadi istilah spesialisasi lebih gede/gendut/gemuk/gembrot/berisi dari istilah generik. makanya harga obat generik lebih murah, gak nyambung.

Back to REST, protokol http, dan dunia web itu berkutat seputar orang ‘minta’ dan web server ‘ngasih’, jadi operasi paling banyak itu operasi GET. katanya http itu protokol serba guna utk apply verb ke noun = aka aksi GET ke web resource. Alkisah web page itu (operasi-operasinya dlm hal ini) dikatakan operasi yg dimaksudkan dimengerti oleh manusia (high level, abstrak) makanya punya nama yg gampang dimengerti, konsep REST ini berhubungan dg gimana bikin mesin bisa bicara dlm bahasa tingkat tinggi spt ini, jadi mengaplikasikan bahasa tingkat tinggi ke otak primitif.

Haree genee, kita lihat web application tuh gak hanya mikir browser dan manusia inputtin alamat ke URL box nya browser, atau dia isi form dan klik submit. tapi kita juga pikir terima AJAX call yang ngasih JSON dan minta JSON, XmlHttp yang minta XML, jadi kombinasi {HTML,JSON,XML} bisa dioperasikan pada sejumlah URL yang kita contohkan di bawah. Utk aplikasi ASP.NET ada tersedia WCF REST API yg bisa langsung kita pakai, tapi ini tambah WCF API layer ke controller.

Anggap saja pengen bikin aplikasi news
News/ -> jk diakses kembalikan daftar news terbaru, POST ke sini tambah news baru
News/0001 -> kembalikan news ber-id 0001, alamat ini dukung juga U/D dari CRUD
News/0001/info -> kembalikan metadata dari news: judul, tanggal, penulis, ringkasan, keyword, dll, dukung POST utk tambah info baru mengenai news beri-id 0001
People/0001/articles/001 -> kembalikan artikel yang ditulis oleh orang ber-id 0001, dan terima operasi U/D dari CRUD utk alamat tsb.

News/…/Info, People/…/Articles, dll itu nyatakan hierarchical entity model jadi ada beberapa level of entity. gampangnya pohon yang tinggi ada banyak cabang dan level, utk dapatkan daun butuh sebuah routing. Dalam aplikasi web biasanya routing diimplementasikan dlm bentuk semacam regex dan aksi.

Mau oprek pake ASP.NET dulu, eh gak ketemu reference dll ternyata ada di sini:

system.web.mvc.dll

Cerita horror sedikit

Film the exorcist 1973 salah satu kesukaan karena sempet bikin gw bergidig waktu pertama kali nonton di th 2010 haha. Yang paling mencekam tentu kisah si gadis kecil Regan yang kesurupan setan melawan para kyai father Merrin dan father Karras. Alkisah ini film terinpsirasi kisah nyata, tepatnya, film ini adalah adaptasi sebuah novel yang dirilis 2 tahun sebelum pembuatan filmnya, dan novelnya didasarkan pada kisah nyata pengusiran setan pada seorang bocah di tahun 1949 yang cukup mencekam (bagi gw cukup mencekam, bagi orang lain sangat mencekam).

Tapi bukan itu yang pengen kubahas…tapi seorang wanita lain, kali ini cerita tentang pembunuhan misterius seorang wanita dari tahun 1947 yang dikenal sebagai si dahlia hitam….

Image

Ini adalah salah satu kisah pembunuhan yang mencekam seluruh amerika saat itu…berbulan-bulan koran memuat berita mengenai misteri pembunuhan ini, orang-orang tua dan ibu-ibu membicarakan kejadian dan berbagai spekulasi yang muncul setiap maghrib datang.

Alkisah, Elizabeth Short adalah seorang gadis 22 tahun yang sudah bertunangan dengan tentara angkatan udara bernama Matthew, namun Matthew kemudian tewas dalam kecelakaan pesawat di tahun 1945. Setelah itu Elizabeth tinggal di daerah California selatan, masuk daerah LA untuk ketemu pacar lama yang juga tentara angkatan udara. Dia tinggal selama 6 bulan di sana jadi pelayan di bar…

Januari 15, 1947 seorang ibu yang sedang berjalan bersama gadis balitanya nya melihat ada manekin di sebuah ruang kosong di pinggiran kota LA. Dia coba deketin, tapi si ibu ngerasa aneh, ini manekin seperti manusia beneran, tapi kalo manusia juga pucat pasi, banyak luka dari pinggang ke bawah, tersayat-sayat. Setelah dicek dari dekat rambut, kulit, jari…si ibu langsung menjerit, bersama anaknya tunggang langgang cari orang sekitar. Akhirnya ketemu tempat telpon, dipanggilah polisi.

Keanehan mayat ini…adalah adanya sayatan di bagian bibir yang mencuit ke atas sehingga mirip seperti orang tersenyum nyengir seperti joker. Daging di payudara dan paha sudah dibuang…darah sudah disedot…ususnya ditarik keluar…bahkan mayatnya sudah dimandikan.

Begitu awal ceritanya…tapi yang rumit dan berkepanjangan adalah proses penyelidikannya, detektif demi detektif, polisi demi polisi, tersangka demi tersangka, rumor demi rumor, teori demi teori…seperti selalu mengalami jalan buntu.

Di tahun 2006, kisah ini di-filmkan, diperankan oleh Scarlett Johansson dan mendapat nominasi Oscar.

 

 

 

Curhat apa ya untuk post pertama

Sudah bikin blog baru (yang lama lupa dan terlupakan), sudah saatnya disiplin dan alokasi waktu untuk melakukan sesuatu.

Beberapa bulan lalu sempet rame mengenai posisi ini negara yang ranking sekitar 64 dari 65 alias ranking jebot, yang sempet mencengangkan bagi beberapa kalangan. Hadeugh…kemana aja ini orang?

Kalo gw lihat tulisan dan komentar di situs jejaring sosial dan media online, terkadang cari tulisan dan pendapat yang mendidik dan terdidik, mengasah dan merangsang secara intelektual, objektif dan cerdas itu seperti cari jarum dalam jerami, padalah gw habiskan 1/3 waktu (hampir setiap hari) online, baca sana baca sini, chat sana chat sini, tulis sana tulis sini (pake nama samaran ini dan itu). Secara alam bawa sadar sudah buat statistik non-ilmiah bahwa cuy…kualitas pendidikan ini negeri jauh dari harapan, beribu-ribu kilometer dari standar kompetensi dunia.

Setiap kali baca pendapat dan komentar emosional, alarm hati langsung berkata “sampah nih, lewat…, weits, idiot ini mah, lewat…”, capek deh. Terpaksa tinggalkan media lokal dan gapai situs internasional, untung ada internet (dan untung kita bisa memanfaatkannya).

Nah sekarang back to topic, PISA itu bukan yang menara miring di itali tapi studi untuk penilaian kompetensi siswa-siswi secara internasional setiap 3 tahun sekali yang mengukur kemampuan anak-anak usia 15 tahun ini dalam matematika, ilmu pengetahuan alam dan membaca. Ada juga studi lain seperti TIMMS yang mengukur kemampuan matematika siswa/siswi dan PIRLS yang ngukur kemampuan baca (halo, ini abad informasi, jadi kita bakal lebih banyak menerima informasi dari baca daripada lewat ngomong).

Hasil terakhir PISA 2012 itu menarik secara geografis: negara-negara Asia timur urutan paling atas (ok, singapura memang terletak di asia tenggara, tapi demografinya terdiri dari kebanyakan, 74.2%, etnis cina) diikuti negara-negara Eropa, paling bawah dikerubungi negara-negara timur tengah dan amerika latin…tentu dengan satu negara mengganggu suasana perdamaian kebodohan ini negara-negara muslim dan roman katolik, yakni sebuah negara bernama ‘kau sudah taulah’ yang merenggut posisi bergengsi 64 dari 65 negara (2 terbawah). Tetangga terdekat dalam rangkin kebodohan ini adalah Malaysia ranking 52. Sangat disayangkan Filipina gak ikutan padalah dia bisa jadi pasangan negara ‘kau sudah taulah’ jadi miniatur islam dan katolik di asia tenggara untuk memborong piagam terhormat top 3 dari bawah. Tapi dalam hal membaca, negara ‘kau sudah taulah’ sedikit bosan gak kebagian senyuman sehingga berontak ubah posisi: naik 3 peringkat ke 60 dari 65 negara (horeee).

Nah mengenai budaya ranking teratas dan terbawah ini ada karakteristik yang menarik: kalo ranking teratas dipenuhi oleh orang-orang asia timur yang modernis…sedangkan rangking-ranking bawah dipenuhi negara-negara agamis (yang sering kesulitan berlogika, suka minta tolong (tangan maju depan dada dan tapak menghadap ke atas), dan jarang sekali get things done dalam kerjaannya). Tapi ini negara asia timur modernis (karena yang tradisionalnya membangkitkan bayangan negara komunis, miskin, tertekan, dan secara keseluruhan: sifak jelek), juga punya kekurangan: kurang kreatif, taunya kerja atau belajar doang, kurang nikmatin hidup, dan terkenal materialistis.

Kayakna keseimbangan ada di negara-negara budaya eropa yang selain kreatif, inovatif (menghasilkan banyak karya seni, teknologi, dan sains) juga bisa nikmatin hidup, gak terlalu pelit, suka ngurus masalah kemanusiaan, lingkungan dan kebinatangan…kelemahannya tentu budaya hedonisnya, serba bebasnya, kurang hormatnya.

Nah pertanyaannya: gimana ini negara ‘kau sudah taulah’ untuk mengambil hal-hal yang positif dari masing-masing budaya itu…terutama kemampuan teknis, sains dan matematika dan verbal (membaca, menulis, mengungkap pendapat) bisa kita kejar dan adopsi. Mengingat ini jaman kompetisi, desember 2015 masuk ASEAN economic community, dalam 2-3 tahun bakal matured dan persaingan makin bebas, gila, dan brutal. Gak bisa lagi berleha-leha, gak bisa lagi bergosip ria, gak bisa lagi ngobrol – makan – tiduran – ngerokok dan ngopi. Sekarang aja persaingan sudah bikin orang stress dan gak bahagia, gimana jika levelnya ditingkatkan lagi. Terpaksa harus keluar dari comfort zone, terpaksa budaya dan kebiasaan harus diubah, dan mau tidak mau pendidikan harus ditingkatkan…

Tapi pendidikan seperti apa yang bagus? terbaik buat bangsa? kita pengen tingkatkan kemampuan berpikir, berlogika, berpendapat, menyelesaikan masalah, menemukan solusi, memperbaiki ekonomi, keluar sebagai pemenang dalam kompetisi, anak-anak bangsa berkarya dan berinovasi. Tapi kita tetap pengen ada pendidikan moral, etika, sikap hormat, budaya ketimuran, mengingat dan menghargai nenek moyang, seabstrak apapun nilai-nilai yang sering dianggap sudah saling dimengerti itu.

Setiap ganti menteri, setiap ganti pejabat, setiap ganti pengambil keputusan: rombak lagi-rombak lagi, rapat lagi, diskusi lagi, studi kasus lagi, studi kelayakan lagi, alokasikan dan buang uang anggaran lagi, tengok sana tengok sini (bila perlu studi banding ke luar negeri bawa anak isteri)…apa gak bisa ya, pak menteri, untuk lanjutkan saja kurikulum yang kemaren, ganti yang dirasa kurang, buang yang dirasa jelek, masukkan yang dirasa bagus, akomodasikan yang dirasa berharga. Jadi gak perlu dari 0 lagi gitchu.

Masa sih, bangsa, jumlah penduduk seabrek 245 juta, 80% jumlah tuh amerika, tapi secara tanah cuma 20% saja luasnya, mana pada berjejal di jawa pula…bikin ini pulau sepadet negara kecil dan kumuh kayak bangladesh -> gak satupun kedenger salah satu penduduknya jadi developer linux kernel, atawa salah satu penduduknya kedenger jadi ahli oseanografi dimana dunia kalo mau bertanya bertandang ke tempatnya, atawa salah satu penduduknya jadi … ya gitu deh, kau sudah tau arahnya.

Cemmana nih, semangat, keyakinan dan kebanggaan sudah menggebu-gebu, kemampuan dan skill ketinggalan entah dimana.

Tapi daripada putus asa dan frustasi, mending mulai dari hal kecil dulu, gimana kalo kurikulum pendidikan memasukkan unsur berpikir kritis agar rakyat jelata gak gampang percaya dukun, orang pintar, orang sakti, hantu-orang-mati-hidup-lagi, ahli nujum, surat kaleng, berita kosong, provokasi, tipu muslihat, … kau sebutlah contoh lainnya.

Kategori berikutnya adalah kemampuan praktis (problem solving) dan kemampuan akademis. Ada banyak publikasi yang memberikan penerangan, termasuk publikasi baru mengenai kemampuan problem solving siswa-siswi, dimana inggris lebih baik praktisnya dibanding akademisnya. Ranking lengkapnya bisa dari PDF ini. Dari PDF berikut kita peroleh data nasional ada 4.174.217 usia 15 tahun dimana jumlah yang mengecap sekolah minimum 1 SMP ada 3.599.844 atau 86%.