Barraco Barner

Beloved President of the Internet

On design pattern

ada bbrp yg kita bahas

1. strategy
jk ada circle, rectangle, triangle, dll kita punya bbrp cara utk drawShape(). drpd tiap turunan menggunakan cara yg berbeda2 (dan bisa lagi ada turunan orde dua spt rounded rectangle yg memodifikasi turunan orde satunya), mending ‘cara’ nya dijadikan objek, misal sebuah interface:
public interface CaraDraw
{
public void drawme();
}
dan tiap objek akan punya private member CaraDraw ini bernama m_caradraw, yg akan diassign di ctor. kemudian drawShape tinggal panggil: m_caradraw.drawme().
dengan demikian kita bs assign CaraDraw yg mana yg mau kita berikan ke sebuah objek ttt.
kita jadi punya berbagai implementor utk interface CaraDraw…alih2 punya banyak implementasi drawShape utk tiap2 objek (baik anak maupun ortu).
2. decorator
3. factory
4. observer
5. chain of responsibility
6. singleton
7. flyweight
8. adapter
9. facade
10. template
11. builder
12. iterator
13. composite
14. state
15. proxy
16. command
17. mediator
18. lainnya
19. bikin sendiri

 

Advertisements

On Soa

kt akan bhs soa dan esb, dimulai dr esb capa model ke solusi yg ada ke evaluasi capa, dan case studies.

kunci soa adlh resource available dan discoverable, kita implementasikan misalnya sbg web services menggunakan bhs deskripsi wsdl, layanan discovery uddi dan protokol messaging soap.

On Heromu

heroku-cmdline

dari tutorial https://toolbelt.heroku.com/ dan https://devcenter.heroku.com/articles/quickstart,  kt masukkan user/pass

heroku-login

heroku-createapp

kt bc ini https://devcenter.heroku.com/articles/quickstart bs gunakan clojure, java, node, python, ruby dan scala, err pake semuanya aja.
abis itu kita mulai kerjaan:
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-ruby
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-rails4
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-nodejs
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-java
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-spring-mvc-hibernate
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-play
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-python
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-django
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-clojure
https://devcenter.heroku.com/articles/getting-started-with-scala

misal kita mulai dg versi python dulu, tapi butuh virtualenv yg bs diinstall dg petunjuk dari sini. utk kita cukup jalankan pip install virtualenv{wrapper-powershell}

heroku-virtualenv

selanjutnya install flask web framework dan gunicorn webserver dg pip install Flask gunicorn

c:\training\heroku\myapp>np hello.py

c:\training\heroku\myapp>np Procfile

c:\training\heroku\myapp>foreman start

foreman dll ada di C:\Program Files (x86)\Heroku\ruby-1.9.2\bin.

On negara berkembang…

Barometer paling penting utk ‘kemajuan’ sebuah negara, paling gampang dan cepat adlh menggunakan HDI. evolusi sebuah negara gampangnya dibagi 3: berkembang ekonomi rendah, berkembang ekonomi menengah dan ekonomi tinggi. dari tiap-tiap level tersebut ada masa transisi, yang bisa berlangsung dari 10 tahunan sampai 30 tahunan. faktor-faktor apa saja yg dimasukkan: literasi, pendidikan, standar kehidupan, kualitas hidup dan harapan hidup. indeks ini dikembangkan oleh ekonom pakistan mahbub ul haq dan india amartya sen.

On Object Broker & Message Broker

http://en.wikipedia.org/wiki/Message_broker

http://en.wikipedia.org/wiki/Object_request_broker

http://en.wikipedia.org/wiki/Common_Object_Request_Broker_Architecture

http://en.wikipedia.org/wiki/Tntnet

http://uwsgi-docs.readthedocs.org/en/latest/

http://en.wikipedia.org/wiki/CPPSERV

http://en.wikipedia.org/wiki/Tuxedo_%28software%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_application_servers

yang open: apache geronimo, glassfish, jboss, jetty, jonas, resin server, apache tomee, wildfly.

tp bcr soal .net: kt lht .net framework 3.0 ada bbrp komponen spt wpf, wwf, dan wcf, yg berdiri di atas .net base class library 2.0 dan .net common language runtime 2.0.

 

On Atmo not Gitmo

Ada 5 layer utama, dari paling bawah ke atas….kita sebut layer 1-5.

1. troposphere 0-12km
2. stratosphere 12-50km, ozone ada di sini 15–35 km (9.3–21.7 mi; 49,000–115,000 ft), 2-8 ppm, 90% ozone di sini
3. mesosphere 50-80km, ionosphere yg punya bbrp layer sekitar 50-1000km
layer-ionosfir
4. thermosphere 80-700km
5. exosphere > 700km

international space station dan space shuttle mengorbit di 350-400 km yakni F-layer (200km->500km) (aka appleton layer)

bicara atmo tentu perlu bicara properti fisiknya 1) tekanan dan ketebalan, 2) suhu dan sos, 3) kepadatan dan massa.
lalu ada lagi properti optik 1) scattering, 2) penyerapan gelombang EM, 3) index refraksi
hal lain yg menarik adalah sirkulasi atmosfir vs sirkulasi lautan..

skrg bhs soal tekanan, lanjut ke tekanan atmo.
dari defnisi dulu tkn atmo: force yg diapply ke unit area oleh: berat udara di atas permukaan ybs (titik pengukuran) di atmosfir.
tkn atmo: berat total dari udara di atas satuan luas dari/yg-mana-berada titik pengukuran thd tekanan tsb.
tkn udara bervarasi bergantung pd lokasi dan cuaca.
kdg nilai tekanan nya bs diapprox dg tekanan hidrostatik oleh berat udara di atas titik pengukuran. dr katanya hidrostatik artinya cairan/fluid yg tdk bergerak.
tekanan hidrostatik artinya teknanan pada fluida yg diam…tapi oleh siapa? kan tkn atmo itu oleh berat udara…ini oleh??
utk tentukan tekanan pada setiap titik dlm fluida bs dari persamaan bernoulli.
jadi gmn nih: tkn atmo bs didekati dg hydrostatic pressure (yg adlh teknn pd any titik di fluida) yg disebabkan oleh berat udara di atas titik pengukuran.
pd setiap bidang: bagian yg tknn rendah itu, di bagian atasnya, punya massa atmo lebih kecil
sedangkan bag yg tknan lebih tinggi punya massa atmo lebih besar di bagian atasnya.
dg demikian dg ningkatknya ketinggian maka massa atmo jg lebih rendah maka tknan atmo juga makin rendah. kita ingat utk gas ideal: PV = nRT, ada komponen massa kah? n kan jumlah tuh…
ada yg namaya atmospheric pressure pd sea level = SAP standard atmospheric pressure adlh satuan tekanan yg setara dg seratus ribu lebih pascal yg setara dg 14.7 psi, laporan teknanan barometric meteorologikal biasanya dlm ukuran hecto pascal (ratusan pascal), psi adlh pound per sq-inch…sedangkan pascal itu N per sq-m. N sendiri adlh satuan turunan dari kg-m/sq-detik.

total massa atmo adlh 5.148*10^18 yg jk keseluruhannya punya kepadatan uniform dari atas perm laut maka akan berhenti mendadak pd ketinggian 27900 kaki = 8.5km. jelasnya 50% <5.6km=18rb ft (puncak everest 8.848km = 29.029 ft), 90% < 16km=52rb ft, dan 99.99997% < 100 km = 330rb kaki = garis batas ruang angkasa…
tp riilnya dia berkurang scr exponensial bergantung ketinggian, turun setengah tiap kali meninggi 5.6km = 18rb kaki atau setara dg faktor 1/e (e=2.71828) setiap 7.64km=25.1rb kaki, tp utk lebih presisinya perlu menggunakan persamaan yg berbeda (cust/modded) di tiap layer memperhitungkan perubahan temperatur, komposisi molekul, radiasi matahari, dan gravitasi.
airliners kemersil biasanya 10km=33rb kaki dan 13km=43rb kaki krn rho aka thinner air improves fuel economy, sedangkan balon cuaca bisa 30.4km=100rb kaki dan lebih tinggi lagi…pesawat berawak, rocket-powered, tertinggi adlh x-15 yg mencapai 108km=354.3rb ft di 1963. melebihi ketinggian 100km=62.1mi itu dianggap spaceflight. ada pernyataan menarik: 67 pilot tes angkatan udara bawa x-15 flight 191 meledak di ketinggian 60rb kaki = 18km dan puingnya terberai sampai 50 sq-miles = 130 sq km.

mengenai kepadatan, doa = rho adlh massa per unit volum dari atmo. spt halnya teknan atmo, seiring dg ketinggian maka kepadatan jg berkurang. juga dipengaruhi oleh variasi di temp & humidty.
pd sea level & 15 C = 1.225 kg/cub-m.
kepadatan udara yg kering bs menggunakan hukum gas ideal yg menghasilkan rho = P / Rs*T dimana P = teknn absolut dan Rs = konstanta gas spesifik utk udara kering = 287.058 J/kg.K yg sedikit bervariasi beradasar komposisi molekuler udara suatu lokasi. (konstanta gas ada yg spesifik dan universal)
pd STP, 0 C dan 100 kPa, kepadatan udara adlh 1.2754 kg/cub-m.
pd 20 C dan 101.325 kPa = 1.2041 kg/cub-m
dlm hubungannya dg altitude (dan dlm troposphere smp 12km):
T = To – L*h dimana h = alt, L = temp lapse rate = 0.0065 K/m, To = sea level std temp = 288.15K
p = po (1 – L*h/To) ^ (gM/RL) dimana po = sea level std atmo pressure = 101.325 kPa, g = 9.80665 m/sq-dtk, M = molar mass of dry air = 0.0289644 kg/mol, R = ideal/universal gas constant = 8.31447 J/mol*K
dan kepadatan dihitung dari bentuk molar dari hukum gas ideal:
rho = p*M/R*T = (abs pressure in Pa) * (molar mass) / (ideal gas constant) * (abs temp)

On rocket & satellite

So mari kita baca entri wiki dulu soal roket yg sedikit berbeda dg senjata roket (dikasih daya oleh motor roket). juga link sejarah roket dan roket+misil.

cerita gimana ada 21rb nuke warheads mengarah ke masing2 atr US dan USSR, jd benih spy sat fleet dan jg high-alt research dari jmn weather balloons smp sr-71 blackbird dan u2 dragon lady. sr-71 sendiri sudah dipensiunkan dan diganti oleh sr-72 (pengumuman resmi) yg bs Mach 6 (boeing bikin jg x-51 yg katanya gunakan shock waves utk tambahkan lift dan bs Mach 6 atau sktr 4000 mph=6.4kmh) dan dirancang sbg ISR+missiles, akselerasinya menggunakan 2 tahap: conventional jet turbine smp Mach 3 dilanjutkan dg specialized ramjet ke hypersonic mode.
ada 3 badan: NRO ’61, NSA, CIA. dan wiki berikut daftar peluncuran oleh NRO. proyek sejenis dari darpa adlh falcon project.
teknologi sat adlh yg paling mahal dan paling efektif th 67 sj sdh habiskan $35 atau $40 milyar utk program ruang angkasa. ini adlh proyek isr, intelligence-surveillance-reconnaissance.
proyek reconnaissance sdh dimulai ’46 dg rand project, pendahulu rand corp. angkatan udara dibentuk ’47, pd ’53 mrk sudahh tau hal dari karakteristik+capa umum dari reconn sat smp ngembangkan komponen2nya spt tv system dan altimeter. ’54 angk udara mulai menyetujui rand’s bhw tekno sat adlh vital strategic interest.
slh st program prtm adlh corona yg code named discoverer utk dijelaskan ke publik ’50s ngapain kirim roket ke angkasa. ’59 program mulai di onizuka air force station yg jalan smp ’72 dan dideclass’fied ’95 oleh clinton. dg budget awal $108.2 juta (di ’13 setara $860 juta), tp 1/5 ’60 reconn aircraft lockheed u-2 ditembak jatuh wkt masuk USSR airspace dikendarai francis gary powers. corona sat punya 144 anggota dinamai KH-{1-144} dioperasikan olh cia & usaf hasilkan foto2 penting dari soviet dan china dan negara2 komunis. gimana kameranya? sepasang 5 kaki stereoscopic itek cameras menggunakan lensa 12 inci, f/5 triplet dan 24-inci focal length (lebar ya). resolusi awal bs 40 kaki. KH-3 smp 20 kaki resolusi dan terus sp bs lihat objek ke 1-kaki, tp ini katanya terlalu detail smp gak perlu, balik lagi ke 3-kaki resolusi, lol.
jg digunakan eastman kodak 70mm film yg hasilkan 170 baris per mm, > 3x yakni 50 lines/mm di ww2 aerial photography sebelumnya. corona pertama bawa a paltry 8rb kaki of film / camera, tp ketebalan material dikurangi dg berkembangnya desain & kimia film. kameranya sendiri dikembangkan smp 9 kaki dg panoramic petzval f/3.5 lenses. jk film sudah habis akan keluarkan roll nya lewat reentry capsule rancangan GE. capsule akan keluarkan penahan panasnya pd 60rb kaki, lalu keluarkan parasut dan jatuh ke bumi (bs ditangkap nabbed oleh pswt yg lewat dilengkapi claw hook atau jatuh di laut smp 48 jam -> float di surface kemudian a salt plug pd bag bawah dari kanister akan dissolve dan tenggelam), stlh diambil dibawa ke rochester NY utk diproses di eastman kodak’s hawkeye facility.

stlh prgm corona ada lg the argon program, kh-5 argon jalan bersama corono ’61-’64 tp tingkat kesuksesannya berbeda-beda. beratnya 1.15-1.5 ton dibuat lockheed martin dan dioperasikan oleh NR menggunakan kamera tunggal 76mm focal legth dg 140 m resolusi utk map-making, adlh yg pertama mencitrakan antartika dari angkasa dan butuh < 1minggu utk dihasilkan. dari 12 percobaan hanya 5 yg sukses ke orbit.

selanjutnya adlh program lanyard yg bertujuan slh stnya utk HD photog tp hanya 6 bulan dan 3 kali peluncuran di ’63, 2nya gagal. 1.5ton sat dibuat dg rada buru2 gunakan kamera itek e-5 yg sblmnya ditunggakkan. rencananya utk nyurvei misil anti-balistik dekat tall-inn, estonia. kamera ini punya 66-inci focal length & 6 ft resolution mengcover 9×46 mile area. peluncuran yg berhasil, dptkan 910 frame foto, tp kualitasnya jelek shg gak guna.

lalu adlh program gambit…selain corona, argon dan lanyard lebih banyak gagalnya utk sat photo-reconn program. kh-7 dan kh-8 dinamai gambit mengubah trendnya dan mjd salah satu program yg sukses selain corona di ’60. 3 ton low alt surveillance platform dikembangkan lockheed terbang 75 miles up (corona 100 miles) dan dioperasikan slm 2 dekade 64-84. sekitar 54 sat diluncurkan krn usianya hanya 3 bulan, tops…dari vandenberg afb abord titan iii rockets.

eastman kodak’s A&O div di rochester NY buat gambit’s primarty strip camera system dg f/l 175.6 inci, 6.3 km wide coverage area dan 3-ft resolusi, kh-8 ideal utk kumpulkan hires images dari situs2 soviet. gak spt kamera aperture biasa, gambit’s slit camera merefleksikan light off a 4-inch mirror lewat a slit aperture dan lewati film eastman kodak type 3404. lalu roll film akan dijatuhkan spt corona atau didevelop-scan-transmit gambar ke bumi slm 20 menit lewat film read-out gambit (frog) feature. tp stlh habiskan 2 milyar dolar dan 10 than pengembangan, ’71 meghentikan. selain mengintai kemampuan soviet, gambit jg dirancang utk memfoto spacecraft disekitarnya. kemampuan ini berguna di ’73 dimana skylab baru diluncurkan saat pelindung meteornya lepas dan merusak space sation. nasa kirim misi perbaikan berawak dan nro luncurkan gambit baru, dan akirnya insinyur nasa bs bikin rencana perbaikan semestinya.

program slnjtnya adlh hexagon, dg dimensi sat 60 kaki, dia 10 kaki dan berat 30rb pounds, kh-9 hexagon adlh sukses dg 19 dari 20 peluncuran sampai ke orbit atr 71-86. proyek NRO 3.262 milyar dollar dirancang lockheed dinamai bcpr tp lebih dikenal dg big bird. keberadaannya sendiri gak disebutkan smp 2011 tp programnya dates back ke 60s sbg lanjutan dari corona. hexagon gen-1 menggunakan sepasang f/3.0 folded wright camera dg f/l 60 inci dan bs resolve objects down to 2-ft dan bawa 4 reentry vehicles. 3 generasi berikutnya mengasung sepasang panoramic cameras dan elektronik yg terupgrade, C&C system dan nitrogen-supplied reentry canisters. juga life spannya ningkat dari 2-3 bulan (film habis, gak guna lagi) ke 275 hari (krn payload film). atr 73-80 sat merekam tiap sq-ft bumi dlm 29rb gambar dg kualitas > landsat, rival sat mapping progrm. gambar2nya dideclassified sjk 2002 walau area sensitif spt instalasi pemerintah dan israel ttp dilindungi.

program berikutnya kennan, kh-11 adlh paling lanjut dan blm dideclassified. pertama ’76 oleh NRO adlh yg pertama gunakan EO digital sensor dan charge-coupled device (CCD) dan real-time observation capa. gak banyak diketahui spek fisiknya walau spekulasi bilang kira2 ukuran sama dg hubble space telescope dg 2.4m mirror hasilkan 6 inci resolusi. juga spekulasi kh-11 hasilkan gambar utk tangkap osama, 15 kh-11 diluncurkan dg 9 di antaranya 76-90 abord titan-3d rockets, 5 atr 92-2005 aboard titan IVs, dan terakhir 2011 aboard delta IV dg biaya 2.2-3 milyar dolar. sat imagery jg digunakan i1 selama desert shield melawan iraq, bosnia, kosovo dan afghanistan.

kelanjutannya sini aja deh http://www.space.com/23871-air-force-spy-satellite-launch-nrol39.html http://www.washingtonpost.com/blogs/the-switch/wp/2014/03/20/behind-the-spy-satellite-tech-that-led-mh370-investigators-to-australia/

 

Pertahanan

Mengenai APRS. orang bicara beacon tx adlh navigation RF tx, APRS beacon tx punya GPRS rx shg seseorang yg menggunakannya bs taro peta/lokasi dia pada map display dan bs langsung didistribusikan via jaringan spt APRS-IS (lewat gatewaynya bernama internet gateway station atau IGates). tadinya bernama automatic position reporting system jadi s/position/packet/ utk tunjukkan kemampuan yg lebih umum selain posisi. katanya ini beda dg conventional packet radio. dlm radio paket, stasiun terkoneksi ke lainnya dan ada mekanisme gimana jk paket lost dsb di APRS beropasi dg unconnected broadcast fasthion menggunakan frame ax.25. backbonenya adlh digipear = repeater dimana paket dikirim ke digipear lalu ke stasiun ke digipear dan stasiun berikutnya, tiap digipear gunakan mekanisme store & forward, tiap stasiun gunakan frekuensi yg sama. dg tampilan utama map display, pengguna bisa kontak user lain dlm hal emergency. referensi protokolnya.

In its most widely used form, APRS is transported over the AX.25 protocol using 1200 bit/s Bell 202 AFSK on frequencies located within the 2 meter amateur band.

Sample APRS VHF frequencies

kemampuan lainnya bs kirim sms, laporan cuaca, telemetry data, storm forecast, radio direction finding bearings.
segala sesuatu yg unmanned. autogyro atau gyrocopter. micro dan nano-satellite masuk ke miniaturized sat. oh senjata apa ini? bacaan mingguan.

mengenai misil ada berbagai: surface-to-surface, air-to-surface, surface-to-air, air-to-air, dan anti-satellite: s2s, a2s, s2a, a2a, as. dari berbagai mesin: roket, jet, ada reasi kimia yg memicu dan menghasilkan daya dorong. berbeda dg misil, shell itu gak self-propelled dan daya jangkau lbh rendah dan juga berbeda dg proyektil yg gak eksplosif. ada juga misil balistik yg punya trayektori balistik dan misil cruise yg menghasilkan lift. daftar negara pembuat dan peluken nya. sementara kita katanya mau bikin c705 bersama cina di pt pindad.

UGM bersama Kemristek dan Lapan telah membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM). Rencananya, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan. Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam, yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya. Roket yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.
Uji coba peluncuran roket R-Han 122 ini sudah berhasil dilakukan di Baturaja, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, Kementerian Pertahanan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi roket yang memiliki daya jelajah 15 kilometer dan dapat digunakan sebagai amunisi artileri tersebut. Untuk roket yang bisa mengantarkan benda ke angkasa, Indonesia sebenarnya sudah berhasil membuatnya. Juli 2009 lalu, Lapan berhasil menerbangkan roket terbesar dengan nama RX-420. Roket yang akan digunakan untuk pengorbit satelit itu mampu menjangkau jarak 101 kilometer, dengan kecepatan 4,4 mach atau setara dengan kecepatan suara sekitar 344 meter per detik. Juru bicara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Elly Kuntjahyowati, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews, Kamis, 2 Juli 2009, mengatakan, uji terbang roket itu merupakan tahapan untuk membangun Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang diharapkan terbang pada 2014.

Kementerian Pertahanan memang sudah lama memikirkan produksi rudal dalam negeri. Ini mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar Rp2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu. Dan bila itu terwujud Dephan akan menggandeng PT Pindad Indonesia, pabrik senjata dalam negeri yang melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter.

Untuk teknologi rudal ini, Indonesia pelan-pelan melakukan alih teknologi dari negara-negara yang lebih dulu mengembangkannya. Maret 2012 lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, ada pembicaraan dengan China untuk membangun pabrik rudal C-705 di Indonesia. “Kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi,” kata Purnomo.

rudal = peluru kendali

Peluru kendali jenis C-705 memiliki jarak tembak sampai 140 kilometer. “Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, kita akan pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan,” kata dia.
Rudal C-705 yang pertama diproduksi di China ini akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal (KCR) milik TNI Angkatan Laut. Proses kerjasama produksi rudal ini dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705.

PT Pindad tengah mengembangkan roket balistik pertama buatan Indonesia bernama Rhan 122. Roket ini bisa menembak dengan jarak 15 kilometer (Km) dan dikendalikan dengan GPS. Pada proyek ini Pindad tergabung bersama PT Dirgantara Indonesia, Dahana, Ristek dan BPPT dalam sebuah konsorsium.

 

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pindad, Wahyu Utomo, mengatakan roket balistik ini pernah di uji coba di Baturaja, Sumatera Selatan serta di Garut Selatan.

 

“Roket kita masih konsorsium, sudah di uji coba karena kita butuh lahan tembak,” ucap Wahyu ketika ditemui di Monas, Jakarta, Jumat (4/10).

 

Pembuatan roket masih dalam tahap penyempurnaan dan mendapatkan tabel tembak. Tabel tembak baru bisa didapat jika sudah dilakukan pengujian beberapa kali dan tembakannya akurat.

 

“Tabel tembak, kita harus nembakin berapa ratus kali dan sekian kali. Kalau itu akurat baru dibuat tabel tembak. Nama roketnya Rhan 122,” katanya.

 

Roket ini nantinya akan dipakai oleh TNI. Pasalnya, selama ini TNI masih memakai produk impor. Menurut Wahyu ini adalah roket balistik pertama untuk industri pertahanan.

 

“Sekarang ini akan diuji dulu. Ini roket balistik pertama untuk pertahanan. Ini nanti bisa kendalikan GPS di sirip siripnya kita kendalikan. Nanti ada GPS segala macam dan ini generasi pertama,” jelasnya.
Roket ini ditargetkan bisa digunakan pada tahun 2015 mendatang. “Tergantung pemerintah tabel tembak selama 2 tahun lagi lah,” tutupnya.
“Masih konsorsium. Ada PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, ada PT Pindad. Ini sinergi akademisi, bisnis, Ristek, BPPT, Kementerian Pertahanan,” kata Direktur Perencanaan & Pengembangan PT Pindad (Persero) Wahyu Utomo di pameran produk pertahanan silang Monas, Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Rencananya roket ini bisa diproduksi massal pada tahun 2015. Bahkan dalam jangka panjang akan dikembangkan untuk rudal jarak jauh.

“Ini roket balistik pertama untuk pertahanan. Ke depan mengarah misil. Kita punya guidence. Pengembangan rudal sudah kesitu,” sebutnya.

Roket ini memiliki berat 2,5 ton dengan panjang 1 meter dan mampu menjangkau hingga jarak 15 km.

Indonesia mempersiapkan Warhead Rx-420 dan Rx-520

Teknologi roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengalami kemajuan pesat. Setelah sebelumnya meluncurkan RX320 pada 2008,kini berhasil meluncurkan RX420.
SUKSES mengembangkan RX420, bukan lantas Lapan berpuas diri. Akhir tahun ini, Lapan kembali mendesain RX520. Roket yang lebih besar dan memiliki daya jangkau lebih jauh dibanding RX420.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienata mengatakan, RX520 siap terbang akhir 2010. RX520 ini memiliki spesifikasi yang lebih hebat ketimbang RX420.Sesuai desain awal,RX520 memiliki kecepatan maksimal 1,7 km/detik. RX520 ini memiliki panjang hingga 8,8 meter dengan bahan bakar propelan padat seperti jenis roket lain.

“Daya jangkau roket RX520 mencapai 200 km.Ini lebih jauh dua kali lipat dibanding RX420,” ujar Soewarto kepada Seputar Indonesia. Hanya saja, teknologi roket yang dikembangkan Lapan tidak untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Roket buatan Lapan hanya untuk keperluan sipil yang akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit.
Untuk diketahui, Kamis (2/7), Lapan berhasil meluncurkan RX420,roket terbesar yang dibuat lembaga antariksa Indonesia. Roket RX-420 adalah roket dengan diameter 420 mm,panjang 6 m dan berbobot 1 ton.Roket ini menggunakan bahan bakar solid-komposit yang ketika diluncurkan ke angkasa memiliki jangkauan 100 km dengan kecepatan hingga 4,5 mack atau 4,5 kali kecepatan suara.
Saat peluncuran, roket eksperimen RX420 berdiri dengan sudut elevansi 70 derajat di lapangan desa Cilautereun Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. Tak beberapalama,suararoketmenderu, diiringi kepulan asap putih membumbung. Hanya dalam hitungan detik,roket melesat ke angkasa. Lapan sendiri konsentrasi dalam pembuatan roket untuk keperluan sipil. Nantinya roket-roket buatan Lapan tersebut akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit milik Indonesia.
“Kapasitas roket buatan Lapan memang untuk keperluan sipil. Jadi kami fokus dalam membuat roket untuk mengorbitkan satelit,”tandasnya. Meski demikian, teknologi roket yang dibuat Lapan ini sudah bisa dikembangkan untuk membuat senjata pelindung alutsista. Jika Departemen Pertahanan (Dephan) mau mengadopsi teknologi yang dimiliki Lapan sebagai roket berhulu ledak, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu kekuatan yang ditakuti oleh bangsa-bangsa lain.
Soewarto sendiri secara terbuka menerima jika Dephan ingin bekerja sama mengembangkan dalam pembuatan rudal balistik dengan jangkauan yang lebih jauh. Untuk saat ini,sesuai dengan tugasnya, Lapan hanya membuat roket untuk keperluan sipil. Teknologi roket yang dikembangkan Lapan, pada dasarnya merupakan dual use, di mana bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer.
Namun, Lapan sendiri hanya mengembangkan roket untuk keperluan sipil karena sesuai dengan kewenangannya. Sementara itu, jika untuk keperluan militer diserahkan kepada Dephan. “Kami memang pernah bekerja sama membuat roket kaliber 122 untuk TNI AL, tapi kewenangan dari Lapan sejatinya bukan itu. Kami hanya mengembangkan roket pendorong untuk satelit. Untuk keperluan militer, biar Dephan yang bicara,”paparnya.
Jika saja Lapan dan Dephan bersinergi membuat rudal balistik memakai RX520, bukan tidak mustahil rudal tersebut mampu menjadi senjata yang takuti. Dengan daya jelajah mencapai 200 km,senjata balistik ini akan mampu melindungi pulau-pulau di Indonesia.Bahkan jika peluncuran di lakukan di Batam, bukan tidak mustahil bisa menembus hingga Malaysia dan Singapura. Ketua Pokja Pertahanan Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan Indonesia memang sudah saatnya memiliki rudal berhulu ledak buatan sendiri.
Teknologi yang dimiliki Lapan, sudah bisa dipakai untuk membuat rudal balistik jarak menengah.“Indonesia harus mandiri. Dephan harus bekerja sama dengan Lapan membuat rudal berhulu ledak,”tuturnya. Tubagus mengatakan, keberhasilan Lapan menguji coba roketroketnya membuat Indonesia semakin ditakuti. Roket buatan Lapan tinggal dibekali hulu ledak di ujungnya dan menciptakan direksi untuk mengarahkan koordinat sasaran.

“Sebagai negara kepulauan,tentu dibutuhkan rudal yang mampu melindungi pulau – pulau tersebut dari serangan musuh,” lanjutnya. Roket buatan Lapan merupakan teknologi hasil ciptaan ilmuwan Indonesia. Lapan bahkan menciptakan bahan bakar racikan ilmuwan Indonesia yang tak kalah dibanding buatan ilmuwan luar negeri. Bahan bakar racikan ilmuwan Lapan tersebut bahkan telah diuji coba di rudal exocet TNI yang tak terpakai. Hasilnya, kecepatan rudal menjadi 2 kali lipat dibanding kecepatan dengan menggunakan bahan bakar rudal asal Prancis.
Amunisi Kaliber Besar
Sementara itu, PT Pindad sudah menguasai teknologi untuk amunisi kaliber kecil. Tahun tahun mendatang, PT Pindad akan mengembangkan amunisi kaliber besar. Menurut juru bicara PT Pindad Timbul Sitompul, amunisi kaliber 20 mm dan kaliber 120 mm telah dilakukan pengembangannya pada tahun 2009 ini. Kemudian pada 2010, PT Pindad merencanakan akan memproduksi amunisi kaliber 105 mm.
Selanjutnya pada 2011, akan dikembangkan warhead dan rudal dengan mode proximity fuse. Proximity fuse menyebabkan kepala rudal akan meledak pada jarak yang telah ditentukan dari target. Teknologi proximity fuse ini menggunakan kombinasi dari satu atau beberapa sensor di antaranya radar, sonar aktif, infra merah, magnet, foto elektrik.Tidak hanya itu, PT Pindad juga merencanakan akan memproduksi rudal darat pada tahun 2012 mendatang.
(Sumber : Sindo)

Rudal D230 Buatan PT Pindad Diuji Menristek

rx420, rx520
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM) dalam rangka pengembangan teknologi industri roket di tanah air.
Tanggal 25-26 Juli 2012 bisa menjadi hari bersejarah bagi dunia militer dan dunia teknologi Indonesia. Republik Indonesia akan memasuki babak baru dengan lompatan yang sangat signifikan di bidang peluru kendali. Di hari itu Kementerian Pertahanan akan kedatangan tamu istimewa dari China, untuk menetapkan perjanjian dimulainya alihteknologi pengembangan produksi bersama peluru kendali C-705 yang digunakan TNI Angkatan Laut.
China setuju untuk membangun pabrik pembuatan rudal C-705 di Indonesia dan siap berbagi teknologi sejak awal pembuatan rudal. PT Pindad telah menyiapkan lahan sebagai tempat perakitan rudal C-705. Kementerian Pertahanan juga menyiapkan pasokan bahan baku roket (propelan) yang pabriknya baru dibangun di Kalimantan.

Spesifikasi rudal C-705:
Anti-Kapal Permukaan
Jangkauan: 75 km; 170 km dengan second stage.
Penjejak: Radar, TV, Infra Merah, Mid-course guidance, GPS / GLONASS.
Warhead: 110 Kg
Engine: Solid rocket
Cruise altitude: 12.15 meter (lowest)
Ukuran Target: Kapal berbobot hingga 1500 ton.
Launching platform: Aircraft, Surface vessels, Vehicles
Kill probability: > 95.7%
Jika kerjasama itu ditandatangani pada tanggal 25 Juli 2012, maka kemampuan tempur Indonesia akan berubah secara signifikan.

Sudah belasan tahun pakar-pakar LAPAN bekerja menciptakan berbagai jenis roket. Tahun demi tahun ujicoba roket balistik dijalani dengan penuh ketabahan. Hasilnya diameter roket bisa diperbesar menjadi RX 420, RX 550 dan RX 750. Roket berdiameter besar berhasil dibangun, setelah PT Krakatau Steel menciptakan tabung roket berdiameter 0,55 meter, seperti yang diinginkan LAPAN.
Sebelumnya bahan bakar roket pun diimpor dari luar negeri. Kini propelan itu mulai diproduksi di dalam negeri.
Namun ada satu teknologi yang belum dikuasai LAPAN, yakni bagaimana agar roket itu bisa dikendalikan alias, menjadi peluru kendali. Negara yang bisa membuat peluru kendali memang sangat sedikit. Jika Indonesia berhasil menguasai teknologi ini, maka kelas dan derajat Indonesia akan naik di mata dunia Internasional.

Roket RX 550 LAPAN 500 KM

Melalui rudal C-705 diharapkan para pakar roket Indonesia mampu mengadopsi teknologi guided missile. Roket-roket Indonesia seperti RX 0707.01, RX 0707.02, RX 0807.01, RX 1110.01, RKX 100S, RKX 10C, RX1512.02, RX1515.01, RX 1712.01, RX 2428.04 DAN RX 2728.01, RX 420, RX 550,RX 750 bisa berubah menjadi peluru kendali.
Peluru-peluru kendali tersebut bisa ditempatkan di kapal ataupun di berbagai pulau di Indonesia. Ribuan pulau-pulau Indonesia akan berubah menjadi semacam destroyer atau kapal induk yang siap menyergap setiap kapal laut maupun pesawat tempur yang hendak masuk ke wilayah Indonesia.
Jika proyek kerjasama pembuatan rudal C-705 ini kembali gagal, berarti memang ada yang gak beres dengan manusia yang bernama “Orang Indonesia”. Pihak China sudah menyatakan kesiapannya dan malah balik menantang kapan proyek itu akan dimulai. “Go and get it, Mister…!”.

Pada tahun 1960-an, Indonesia bersama dengan India, China, Pakistan dan Korea Utara belajar membuat rudal ke Uni Soviet.

Tidak itu saja, pakar rudal Uni Soviet pun didatangkan Ke Indonesia untuk membantu para teknisi Indonesia. Praktek lapangan dari para ahli rudal Uni Soviet ini, dilakukan di Pameungpeuk Garut, Jawa Barat.
Awalnya Indonesia seperti siswa yang cerdas. Munculah Roket pertama yang diberi nama Kartika I. Namun setelah roket itu berhasil diluncurkan, Indonesia memutuskan keluar dari sekolah, padahal masih sekolah di bangku SD.

On Standards

Bicara standards, kita perlu bicara organisasi standardisasi seperti ANSI, ETSI, ITU-T, dan masih banyak lagi. yang menarik utk dibahas kali ini adlh mengenai bhs pemrograman C++, C#, dan Java.

On Emotions

Baca ginian selalu menarik ya, emosi kita lambangkan sbg jembatan antara biologis dan kondisi mental dan pikiran. kita tertarik pada klasifikasinya dan hubungannya dengan ingatan.