Barraco Barner

Beloved President of the Internet

On negara berkembang…

Barometer paling penting utk ‘kemajuan’ sebuah negara, paling gampang dan cepat adlh menggunakan HDI. evolusi sebuah negara gampangnya dibagi 3: berkembang ekonomi rendah, berkembang ekonomi menengah dan ekonomi tinggi. dari tiap-tiap level tersebut ada masa transisi, yang bisa berlangsung dari 10 tahunan sampai 30 tahunan. faktor-faktor apa saja yg dimasukkan: literasi, pendidikan, standar kehidupan, kualitas hidup dan harapan hidup. indeks ini dikembangkan oleh ekonom pakistan mahbub ul haq dan india amartya sen.

On Object Broker & Message Broker

http://en.wikipedia.org/wiki/Message_broker

http://en.wikipedia.org/wiki/Object_request_broker

http://en.wikipedia.org/wiki/Common_Object_Request_Broker_Architecture

http://en.wikipedia.org/wiki/Tntnet

http://uwsgi-docs.readthedocs.org/en/latest/

http://en.wikipedia.org/wiki/CPPSERV

http://en.wikipedia.org/wiki/Tuxedo_%28software%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_application_servers

yang open: apache geronimo, glassfish, jboss, jetty, jonas, resin server, apache tomee, wildfly.

tp bcr soal .net: kt lht .net framework 3.0 ada bbrp komponen spt wpf, wwf, dan wcf, yg berdiri di atas .net base class library 2.0 dan .net common language runtime 2.0.

 

On Atmo not Gitmo

Ada 5 layer utama, dari paling bawah ke atas….kita sebut layer 1-5.

1. troposphere 0-12km
2. stratosphere 12-50km, ozone ada di sini 15–35 km (9.3–21.7 mi; 49,000–115,000 ft), 2-8 ppm, 90% ozone di sini
3. mesosphere 50-80km, ionosphere yg punya bbrp layer sekitar 50-1000km
layer-ionosfir
4. thermosphere 80-700km
5. exosphere > 700km

international space station dan space shuttle mengorbit di 350-400 km yakni F-layer (200km->500km) (aka appleton layer)

bicara atmo tentu perlu bicara properti fisiknya 1) tekanan dan ketebalan, 2) suhu dan sos, 3) kepadatan dan massa.
lalu ada lagi properti optik 1) scattering, 2) penyerapan gelombang EM, 3) index refraksi
hal lain yg menarik adalah sirkulasi atmosfir vs sirkulasi lautan..

skrg bhs soal tekanan, lanjut ke tekanan atmo.
dari defnisi dulu tkn atmo: force yg diapply ke unit area oleh: berat udara di atas permukaan ybs (titik pengukuran) di atmosfir.
tkn atmo: berat total dari udara di atas satuan luas dari/yg-mana-berada titik pengukuran thd tekanan tsb.
tkn udara bervarasi bergantung pd lokasi dan cuaca.
kdg nilai tekanan nya bs diapprox dg tekanan hidrostatik oleh berat udara di atas titik pengukuran. dr katanya hidrostatik artinya cairan/fluid yg tdk bergerak.
tekanan hidrostatik artinya teknanan pada fluida yg diam…tapi oleh siapa? kan tkn atmo itu oleh berat udara…ini oleh??
utk tentukan tekanan pada setiap titik dlm fluida bs dari persamaan bernoulli.
jadi gmn nih: tkn atmo bs didekati dg hydrostatic pressure (yg adlh teknn pd any titik di fluida) yg disebabkan oleh berat udara di atas titik pengukuran.
pd setiap bidang: bagian yg tknn rendah itu, di bagian atasnya, punya massa atmo lebih kecil
sedangkan bag yg tknan lebih tinggi punya massa atmo lebih besar di bagian atasnya.
dg demikian dg ningkatknya ketinggian maka massa atmo jg lebih rendah maka tknan atmo juga makin rendah. kita ingat utk gas ideal: PV = nRT, ada komponen massa kah? n kan jumlah tuh…
ada yg namaya atmospheric pressure pd sea level = SAP standard atmospheric pressure adlh satuan tekanan yg setara dg seratus ribu lebih pascal yg setara dg 14.7 psi, laporan teknanan barometric meteorologikal biasanya dlm ukuran hecto pascal (ratusan pascal), psi adlh pound per sq-inch…sedangkan pascal itu N per sq-m. N sendiri adlh satuan turunan dari kg-m/sq-detik.

total massa atmo adlh 5.148*10^18 yg jk keseluruhannya punya kepadatan uniform dari atas perm laut maka akan berhenti mendadak pd ketinggian 27900 kaki = 8.5km. jelasnya 50% <5.6km=18rb ft (puncak everest 8.848km = 29.029 ft), 90% < 16km=52rb ft, dan 99.99997% < 100 km = 330rb kaki = garis batas ruang angkasa…
tp riilnya dia berkurang scr exponensial bergantung ketinggian, turun setengah tiap kali meninggi 5.6km = 18rb kaki atau setara dg faktor 1/e (e=2.71828) setiap 7.64km=25.1rb kaki, tp utk lebih presisinya perlu menggunakan persamaan yg berbeda (cust/modded) di tiap layer memperhitungkan perubahan temperatur, komposisi molekul, radiasi matahari, dan gravitasi.
airliners kemersil biasanya 10km=33rb kaki dan 13km=43rb kaki krn rho aka thinner air improves fuel economy, sedangkan balon cuaca bisa 30.4km=100rb kaki dan lebih tinggi lagi…pesawat berawak, rocket-powered, tertinggi adlh x-15 yg mencapai 108km=354.3rb ft di 1963. melebihi ketinggian 100km=62.1mi itu dianggap spaceflight. ada pernyataan menarik: 67 pilot tes angkatan udara bawa x-15 flight 191 meledak di ketinggian 60rb kaki = 18km dan puingnya terberai sampai 50 sq-miles = 130 sq km.

mengenai kepadatan, doa = rho adlh massa per unit volum dari atmo. spt halnya teknan atmo, seiring dg ketinggian maka kepadatan jg berkurang. juga dipengaruhi oleh variasi di temp & humidty.
pd sea level & 15 C = 1.225 kg/cub-m.
kepadatan udara yg kering bs menggunakan hukum gas ideal yg menghasilkan rho = P / Rs*T dimana P = teknn absolut dan Rs = konstanta gas spesifik utk udara kering = 287.058 J/kg.K yg sedikit bervariasi beradasar komposisi molekuler udara suatu lokasi. (konstanta gas ada yg spesifik dan universal)
pd STP, 0 C dan 100 kPa, kepadatan udara adlh 1.2754 kg/cub-m.
pd 20 C dan 101.325 kPa = 1.2041 kg/cub-m
dlm hubungannya dg altitude (dan dlm troposphere smp 12km):
T = To – L*h dimana h = alt, L = temp lapse rate = 0.0065 K/m, To = sea level std temp = 288.15K
p = po (1 – L*h/To) ^ (gM/RL) dimana po = sea level std atmo pressure = 101.325 kPa, g = 9.80665 m/sq-dtk, M = molar mass of dry air = 0.0289644 kg/mol, R = ideal/universal gas constant = 8.31447 J/mol*K
dan kepadatan dihitung dari bentuk molar dari hukum gas ideal:
rho = p*M/R*T = (abs pressure in Pa) * (molar mass) / (ideal gas constant) * (abs temp)

On rocket & satellite

So mari kita baca entri wiki dulu soal roket yg sedikit berbeda dg senjata roket (dikasih daya oleh motor roket). juga link sejarah roket dan roket+misil.

cerita gimana ada 21rb nuke warheads mengarah ke masing2 atr US dan USSR, jd benih spy sat fleet dan jg high-alt research dari jmn weather balloons smp sr-71 blackbird dan u2 dragon lady. sr-71 sendiri sudah dipensiunkan dan diganti oleh sr-72 (pengumuman resmi) yg bs Mach 6 (boeing bikin jg x-51 yg katanya gunakan shock waves utk tambahkan lift dan bs Mach 6 atau sktr 4000 mph=6.4kmh) dan dirancang sbg ISR+missiles, akselerasinya menggunakan 2 tahap: conventional jet turbine smp Mach 3 dilanjutkan dg specialized ramjet ke hypersonic mode.
ada 3 badan: NRO ’61, NSA, CIA. dan wiki berikut daftar peluncuran oleh NRO. proyek sejenis dari darpa adlh falcon project.
teknologi sat adlh yg paling mahal dan paling efektif th 67 sj sdh habiskan $35 atau $40 milyar utk program ruang angkasa. ini adlh proyek isr, intelligence-surveillance-reconnaissance.
proyek reconnaissance sdh dimulai ’46 dg rand project, pendahulu rand corp. angkatan udara dibentuk ’47, pd ’53 mrk sudahh tau hal dari karakteristik+capa umum dari reconn sat smp ngembangkan komponen2nya spt tv system dan altimeter. ’54 angk udara mulai menyetujui rand’s bhw tekno sat adlh vital strategic interest.
slh st program prtm adlh corona yg code named discoverer utk dijelaskan ke publik ’50s ngapain kirim roket ke angkasa. ’59 program mulai di onizuka air force station yg jalan smp ’72 dan dideclass’fied ’95 oleh clinton. dg budget awal $108.2 juta (di ’13 setara $860 juta), tp 1/5 ’60 reconn aircraft lockheed u-2 ditembak jatuh wkt masuk USSR airspace dikendarai francis gary powers. corona sat punya 144 anggota dinamai KH-{1-144} dioperasikan olh cia & usaf hasilkan foto2 penting dari soviet dan china dan negara2 komunis. gimana kameranya? sepasang 5 kaki stereoscopic itek cameras menggunakan lensa 12 inci, f/5 triplet dan 24-inci focal length (lebar ya). resolusi awal bs 40 kaki. KH-3 smp 20 kaki resolusi dan terus sp bs lihat objek ke 1-kaki, tp ini katanya terlalu detail smp gak perlu, balik lagi ke 3-kaki resolusi, lol.
jg digunakan eastman kodak 70mm film yg hasilkan 170 baris per mm, > 3x yakni 50 lines/mm di ww2 aerial photography sebelumnya. corona pertama bawa a paltry 8rb kaki of film / camera, tp ketebalan material dikurangi dg berkembangnya desain & kimia film. kameranya sendiri dikembangkan smp 9 kaki dg panoramic petzval f/3.5 lenses. jk film sudah habis akan keluarkan roll nya lewat reentry capsule rancangan GE. capsule akan keluarkan penahan panasnya pd 60rb kaki, lalu keluarkan parasut dan jatuh ke bumi (bs ditangkap nabbed oleh pswt yg lewat dilengkapi claw hook atau jatuh di laut smp 48 jam -> float di surface kemudian a salt plug pd bag bawah dari kanister akan dissolve dan tenggelam), stlh diambil dibawa ke rochester NY utk diproses di eastman kodak’s hawkeye facility.

stlh prgm corona ada lg the argon program, kh-5 argon jalan bersama corono ’61-’64 tp tingkat kesuksesannya berbeda-beda. beratnya 1.15-1.5 ton dibuat lockheed martin dan dioperasikan oleh NR menggunakan kamera tunggal 76mm focal legth dg 140 m resolusi utk map-making, adlh yg pertama mencitrakan antartika dari angkasa dan butuh < 1minggu utk dihasilkan. dari 12 percobaan hanya 5 yg sukses ke orbit.

selanjutnya adlh program lanyard yg bertujuan slh stnya utk HD photog tp hanya 6 bulan dan 3 kali peluncuran di ’63, 2nya gagal. 1.5ton sat dibuat dg rada buru2 gunakan kamera itek e-5 yg sblmnya ditunggakkan. rencananya utk nyurvei misil anti-balistik dekat tall-inn, estonia. kamera ini punya 66-inci focal length & 6 ft resolution mengcover 9×46 mile area. peluncuran yg berhasil, dptkan 910 frame foto, tp kualitasnya jelek shg gak guna.

lalu adlh program gambit…selain corona, argon dan lanyard lebih banyak gagalnya utk sat photo-reconn program. kh-7 dan kh-8 dinamai gambit mengubah trendnya dan mjd salah satu program yg sukses selain corona di ’60. 3 ton low alt surveillance platform dikembangkan lockheed terbang 75 miles up (corona 100 miles) dan dioperasikan slm 2 dekade 64-84. sekitar 54 sat diluncurkan krn usianya hanya 3 bulan, tops…dari vandenberg afb abord titan iii rockets.

eastman kodak’s A&O div di rochester NY buat gambit’s primarty strip camera system dg f/l 175.6 inci, 6.3 km wide coverage area dan 3-ft resolusi, kh-8 ideal utk kumpulkan hires images dari situs2 soviet. gak spt kamera aperture biasa, gambit’s slit camera merefleksikan light off a 4-inch mirror lewat a slit aperture dan lewati film eastman kodak type 3404. lalu roll film akan dijatuhkan spt corona atau didevelop-scan-transmit gambar ke bumi slm 20 menit lewat film read-out gambit (frog) feature. tp stlh habiskan 2 milyar dolar dan 10 than pengembangan, ’71 meghentikan. selain mengintai kemampuan soviet, gambit jg dirancang utk memfoto spacecraft disekitarnya. kemampuan ini berguna di ’73 dimana skylab baru diluncurkan saat pelindung meteornya lepas dan merusak space sation. nasa kirim misi perbaikan berawak dan nro luncurkan gambit baru, dan akirnya insinyur nasa bs bikin rencana perbaikan semestinya.

program slnjtnya adlh hexagon, dg dimensi sat 60 kaki, dia 10 kaki dan berat 30rb pounds, kh-9 hexagon adlh sukses dg 19 dari 20 peluncuran sampai ke orbit atr 71-86. proyek NRO 3.262 milyar dollar dirancang lockheed dinamai bcpr tp lebih dikenal dg big bird. keberadaannya sendiri gak disebutkan smp 2011 tp programnya dates back ke 60s sbg lanjutan dari corona. hexagon gen-1 menggunakan sepasang f/3.0 folded wright camera dg f/l 60 inci dan bs resolve objects down to 2-ft dan bawa 4 reentry vehicles. 3 generasi berikutnya mengasung sepasang panoramic cameras dan elektronik yg terupgrade, C&C system dan nitrogen-supplied reentry canisters. juga life spannya ningkat dari 2-3 bulan (film habis, gak guna lagi) ke 275 hari (krn payload film). atr 73-80 sat merekam tiap sq-ft bumi dlm 29rb gambar dg kualitas > landsat, rival sat mapping progrm. gambar2nya dideclassified sjk 2002 walau area sensitif spt instalasi pemerintah dan israel ttp dilindungi.

program berikutnya kennan, kh-11 adlh paling lanjut dan blm dideclassified. pertama ’76 oleh NRO adlh yg pertama gunakan EO digital sensor dan charge-coupled device (CCD) dan real-time observation capa. gak banyak diketahui spek fisiknya walau spekulasi bilang kira2 ukuran sama dg hubble space telescope dg 2.4m mirror hasilkan 6 inci resolusi. juga spekulasi kh-11 hasilkan gambar utk tangkap osama, 15 kh-11 diluncurkan dg 9 di antaranya 76-90 abord titan-3d rockets, 5 atr 92-2005 aboard titan IVs, dan terakhir 2011 aboard delta IV dg biaya 2.2-3 milyar dolar. sat imagery jg digunakan i1 selama desert shield melawan iraq, bosnia, kosovo dan afghanistan.

kelanjutannya sini aja deh http://www.space.com/23871-air-force-spy-satellite-launch-nrol39.html http://www.washingtonpost.com/blogs/the-switch/wp/2014/03/20/behind-the-spy-satellite-tech-that-led-mh370-investigators-to-australia/

 

Pertahanan

Mengenai APRS. orang bicara beacon tx adlh navigation RF tx, APRS beacon tx punya GPRS rx shg seseorang yg menggunakannya bs taro peta/lokasi dia pada map display dan bs langsung didistribusikan via jaringan spt APRS-IS (lewat gatewaynya bernama internet gateway station atau IGates). tadinya bernama automatic position reporting system jadi s/position/packet/ utk tunjukkan kemampuan yg lebih umum selain posisi. katanya ini beda dg conventional packet radio. dlm radio paket, stasiun terkoneksi ke lainnya dan ada mekanisme gimana jk paket lost dsb di APRS beropasi dg unconnected broadcast fasthion menggunakan frame ax.25. backbonenya adlh digipear = repeater dimana paket dikirim ke digipear lalu ke stasiun ke digipear dan stasiun berikutnya, tiap digipear gunakan mekanisme store & forward, tiap stasiun gunakan frekuensi yg sama. dg tampilan utama map display, pengguna bisa kontak user lain dlm hal emergency. referensi protokolnya.

In its most widely used form, APRS is transported over the AX.25 protocol using 1200 bit/s Bell 202 AFSK on frequencies located within the 2 meter amateur band.

Sample APRS VHF frequencies

kemampuan lainnya bs kirim sms, laporan cuaca, telemetry data, storm forecast, radio direction finding bearings.
segala sesuatu yg unmanned. autogyro atau gyrocopter. micro dan nano-satellite masuk ke miniaturized sat. oh senjata apa ini? bacaan mingguan.

mengenai misil ada berbagai: surface-to-surface, air-to-surface, surface-to-air, air-to-air, dan anti-satellite: s2s, a2s, s2a, a2a, as. dari berbagai mesin: roket, jet, ada reasi kimia yg memicu dan menghasilkan daya dorong. berbeda dg misil, shell itu gak self-propelled dan daya jangkau lbh rendah dan juga berbeda dg proyektil yg gak eksplosif. ada juga misil balistik yg punya trayektori balistik dan misil cruise yg menghasilkan lift. daftar negara pembuat dan peluken nya. sementara kita katanya mau bikin c705 bersama cina di pt pindad.

UGM bersama Kemristek dan Lapan telah membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM). Rencananya, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan. Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam, yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya. Roket yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.
Uji coba peluncuran roket R-Han 122 ini sudah berhasil dilakukan di Baturaja, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, Kementerian Pertahanan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi roket yang memiliki daya jelajah 15 kilometer dan dapat digunakan sebagai amunisi artileri tersebut. Untuk roket yang bisa mengantarkan benda ke angkasa, Indonesia sebenarnya sudah berhasil membuatnya. Juli 2009 lalu, Lapan berhasil menerbangkan roket terbesar dengan nama RX-420. Roket yang akan digunakan untuk pengorbit satelit itu mampu menjangkau jarak 101 kilometer, dengan kecepatan 4,4 mach atau setara dengan kecepatan suara sekitar 344 meter per detik. Juru bicara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Elly Kuntjahyowati, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews, Kamis, 2 Juli 2009, mengatakan, uji terbang roket itu merupakan tahapan untuk membangun Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang diharapkan terbang pada 2014.

Kementerian Pertahanan memang sudah lama memikirkan produksi rudal dalam negeri. Ini mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar Rp2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu. Dan bila itu terwujud Dephan akan menggandeng PT Pindad Indonesia, pabrik senjata dalam negeri yang melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter.

Untuk teknologi rudal ini, Indonesia pelan-pelan melakukan alih teknologi dari negara-negara yang lebih dulu mengembangkannya. Maret 2012 lalu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, ada pembicaraan dengan China untuk membangun pabrik rudal C-705 di Indonesia. “Kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi,” kata Purnomo.

rudal = peluru kendali

Peluru kendali jenis C-705 memiliki jarak tembak sampai 140 kilometer. “Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, kita akan pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan,” kata dia.
Rudal C-705 yang pertama diproduksi di China ini akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal (KCR) milik TNI Angkatan Laut. Proses kerjasama produksi rudal ini dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan China Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705.

PT Pindad tengah mengembangkan roket balistik pertama buatan Indonesia bernama Rhan 122. Roket ini bisa menembak dengan jarak 15 kilometer (Km) dan dikendalikan dengan GPS. Pada proyek ini Pindad tergabung bersama PT Dirgantara Indonesia, Dahana, Ristek dan BPPT dalam sebuah konsorsium.

 

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pindad, Wahyu Utomo, mengatakan roket balistik ini pernah di uji coba di Baturaja, Sumatera Selatan serta di Garut Selatan.

 

“Roket kita masih konsorsium, sudah di uji coba karena kita butuh lahan tembak,” ucap Wahyu ketika ditemui di Monas, Jakarta, Jumat (4/10).

 

Pembuatan roket masih dalam tahap penyempurnaan dan mendapatkan tabel tembak. Tabel tembak baru bisa didapat jika sudah dilakukan pengujian beberapa kali dan tembakannya akurat.

 

“Tabel tembak, kita harus nembakin berapa ratus kali dan sekian kali. Kalau itu akurat baru dibuat tabel tembak. Nama roketnya Rhan 122,” katanya.

 

Roket ini nantinya akan dipakai oleh TNI. Pasalnya, selama ini TNI masih memakai produk impor. Menurut Wahyu ini adalah roket balistik pertama untuk industri pertahanan.

 

“Sekarang ini akan diuji dulu. Ini roket balistik pertama untuk pertahanan. Ini nanti bisa kendalikan GPS di sirip siripnya kita kendalikan. Nanti ada GPS segala macam dan ini generasi pertama,” jelasnya.
Roket ini ditargetkan bisa digunakan pada tahun 2015 mendatang. “Tergantung pemerintah tabel tembak selama 2 tahun lagi lah,” tutupnya.
“Masih konsorsium. Ada PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, ada PT Pindad. Ini sinergi akademisi, bisnis, Ristek, BPPT, Kementerian Pertahanan,” kata Direktur Perencanaan & Pengembangan PT Pindad (Persero) Wahyu Utomo di pameran produk pertahanan silang Monas, Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Rencananya roket ini bisa diproduksi massal pada tahun 2015. Bahkan dalam jangka panjang akan dikembangkan untuk rudal jarak jauh.

“Ini roket balistik pertama untuk pertahanan. Ke depan mengarah misil. Kita punya guidence. Pengembangan rudal sudah kesitu,” sebutnya.

Roket ini memiliki berat 2,5 ton dengan panjang 1 meter dan mampu menjangkau hingga jarak 15 km.

Indonesia mempersiapkan Warhead Rx-420 dan Rx-520

Teknologi roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengalami kemajuan pesat. Setelah sebelumnya meluncurkan RX320 pada 2008,kini berhasil meluncurkan RX420.
SUKSES mengembangkan RX420, bukan lantas Lapan berpuas diri. Akhir tahun ini, Lapan kembali mendesain RX520. Roket yang lebih besar dan memiliki daya jangkau lebih jauh dibanding RX420.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienata mengatakan, RX520 siap terbang akhir 2010. RX520 ini memiliki spesifikasi yang lebih hebat ketimbang RX420.Sesuai desain awal,RX520 memiliki kecepatan maksimal 1,7 km/detik. RX520 ini memiliki panjang hingga 8,8 meter dengan bahan bakar propelan padat seperti jenis roket lain.

“Daya jangkau roket RX520 mencapai 200 km.Ini lebih jauh dua kali lipat dibanding RX420,” ujar Soewarto kepada Seputar Indonesia. Hanya saja, teknologi roket yang dikembangkan Lapan tidak untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Roket buatan Lapan hanya untuk keperluan sipil yang akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit.
Untuk diketahui, Kamis (2/7), Lapan berhasil meluncurkan RX420,roket terbesar yang dibuat lembaga antariksa Indonesia. Roket RX-420 adalah roket dengan diameter 420 mm,panjang 6 m dan berbobot 1 ton.Roket ini menggunakan bahan bakar solid-komposit yang ketika diluncurkan ke angkasa memiliki jangkauan 100 km dengan kecepatan hingga 4,5 mack atau 4,5 kali kecepatan suara.
Saat peluncuran, roket eksperimen RX420 berdiri dengan sudut elevansi 70 derajat di lapangan desa Cilautereun Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut. Tak beberapalama,suararoketmenderu, diiringi kepulan asap putih membumbung. Hanya dalam hitungan detik,roket melesat ke angkasa. Lapan sendiri konsentrasi dalam pembuatan roket untuk keperluan sipil. Nantinya roket-roket buatan Lapan tersebut akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit milik Indonesia.
“Kapasitas roket buatan Lapan memang untuk keperluan sipil. Jadi kami fokus dalam membuat roket untuk mengorbitkan satelit,”tandasnya. Meski demikian, teknologi roket yang dibuat Lapan ini sudah bisa dikembangkan untuk membuat senjata pelindung alutsista. Jika Departemen Pertahanan (Dephan) mau mengadopsi teknologi yang dimiliki Lapan sebagai roket berhulu ledak, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu kekuatan yang ditakuti oleh bangsa-bangsa lain.
Soewarto sendiri secara terbuka menerima jika Dephan ingin bekerja sama mengembangkan dalam pembuatan rudal balistik dengan jangkauan yang lebih jauh. Untuk saat ini,sesuai dengan tugasnya, Lapan hanya membuat roket untuk keperluan sipil. Teknologi roket yang dikembangkan Lapan, pada dasarnya merupakan dual use, di mana bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer.
Namun, Lapan sendiri hanya mengembangkan roket untuk keperluan sipil karena sesuai dengan kewenangannya. Sementara itu, jika untuk keperluan militer diserahkan kepada Dephan. “Kami memang pernah bekerja sama membuat roket kaliber 122 untuk TNI AL, tapi kewenangan dari Lapan sejatinya bukan itu. Kami hanya mengembangkan roket pendorong untuk satelit. Untuk keperluan militer, biar Dephan yang bicara,”paparnya.
Jika saja Lapan dan Dephan bersinergi membuat rudal balistik memakai RX520, bukan tidak mustahil rudal tersebut mampu menjadi senjata yang takuti. Dengan daya jelajah mencapai 200 km,senjata balistik ini akan mampu melindungi pulau-pulau di Indonesia.Bahkan jika peluncuran di lakukan di Batam, bukan tidak mustahil bisa menembus hingga Malaysia dan Singapura. Ketua Pokja Pertahanan Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan Indonesia memang sudah saatnya memiliki rudal berhulu ledak buatan sendiri.
Teknologi yang dimiliki Lapan, sudah bisa dipakai untuk membuat rudal balistik jarak menengah.“Indonesia harus mandiri. Dephan harus bekerja sama dengan Lapan membuat rudal berhulu ledak,”tuturnya. Tubagus mengatakan, keberhasilan Lapan menguji coba roketroketnya membuat Indonesia semakin ditakuti. Roket buatan Lapan tinggal dibekali hulu ledak di ujungnya dan menciptakan direksi untuk mengarahkan koordinat sasaran.

“Sebagai negara kepulauan,tentu dibutuhkan rudal yang mampu melindungi pulau – pulau tersebut dari serangan musuh,” lanjutnya. Roket buatan Lapan merupakan teknologi hasil ciptaan ilmuwan Indonesia. Lapan bahkan menciptakan bahan bakar racikan ilmuwan Indonesia yang tak kalah dibanding buatan ilmuwan luar negeri. Bahan bakar racikan ilmuwan Lapan tersebut bahkan telah diuji coba di rudal exocet TNI yang tak terpakai. Hasilnya, kecepatan rudal menjadi 2 kali lipat dibanding kecepatan dengan menggunakan bahan bakar rudal asal Prancis.
Amunisi Kaliber Besar
Sementara itu, PT Pindad sudah menguasai teknologi untuk amunisi kaliber kecil. Tahun tahun mendatang, PT Pindad akan mengembangkan amunisi kaliber besar. Menurut juru bicara PT Pindad Timbul Sitompul, amunisi kaliber 20 mm dan kaliber 120 mm telah dilakukan pengembangannya pada tahun 2009 ini. Kemudian pada 2010, PT Pindad merencanakan akan memproduksi amunisi kaliber 105 mm.
Selanjutnya pada 2011, akan dikembangkan warhead dan rudal dengan mode proximity fuse. Proximity fuse menyebabkan kepala rudal akan meledak pada jarak yang telah ditentukan dari target. Teknologi proximity fuse ini menggunakan kombinasi dari satu atau beberapa sensor di antaranya radar, sonar aktif, infra merah, magnet, foto elektrik.Tidak hanya itu, PT Pindad juga merencanakan akan memproduksi rudal darat pada tahun 2012 mendatang.
(Sumber : Sindo)

Rudal D230 Buatan PT Pindad Diuji Menristek

rx420, rx520
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM) dalam rangka pengembangan teknologi industri roket di tanah air.
Tanggal 25-26 Juli 2012 bisa menjadi hari bersejarah bagi dunia militer dan dunia teknologi Indonesia. Republik Indonesia akan memasuki babak baru dengan lompatan yang sangat signifikan di bidang peluru kendali. Di hari itu Kementerian Pertahanan akan kedatangan tamu istimewa dari China, untuk menetapkan perjanjian dimulainya alihteknologi pengembangan produksi bersama peluru kendali C-705 yang digunakan TNI Angkatan Laut.
China setuju untuk membangun pabrik pembuatan rudal C-705 di Indonesia dan siap berbagi teknologi sejak awal pembuatan rudal. PT Pindad telah menyiapkan lahan sebagai tempat perakitan rudal C-705. Kementerian Pertahanan juga menyiapkan pasokan bahan baku roket (propelan) yang pabriknya baru dibangun di Kalimantan.

Spesifikasi rudal C-705:
Anti-Kapal Permukaan
Jangkauan: 75 km; 170 km dengan second stage.
Penjejak: Radar, TV, Infra Merah, Mid-course guidance, GPS / GLONASS.
Warhead: 110 Kg
Engine: Solid rocket
Cruise altitude: 12.15 meter (lowest)
Ukuran Target: Kapal berbobot hingga 1500 ton.
Launching platform: Aircraft, Surface vessels, Vehicles
Kill probability: > 95.7%
Jika kerjasama itu ditandatangani pada tanggal 25 Juli 2012, maka kemampuan tempur Indonesia akan berubah secara signifikan.

Sudah belasan tahun pakar-pakar LAPAN bekerja menciptakan berbagai jenis roket. Tahun demi tahun ujicoba roket balistik dijalani dengan penuh ketabahan. Hasilnya diameter roket bisa diperbesar menjadi RX 420, RX 550 dan RX 750. Roket berdiameter besar berhasil dibangun, setelah PT Krakatau Steel menciptakan tabung roket berdiameter 0,55 meter, seperti yang diinginkan LAPAN.
Sebelumnya bahan bakar roket pun diimpor dari luar negeri. Kini propelan itu mulai diproduksi di dalam negeri.
Namun ada satu teknologi yang belum dikuasai LAPAN, yakni bagaimana agar roket itu bisa dikendalikan alias, menjadi peluru kendali. Negara yang bisa membuat peluru kendali memang sangat sedikit. Jika Indonesia berhasil menguasai teknologi ini, maka kelas dan derajat Indonesia akan naik di mata dunia Internasional.

Roket RX 550 LAPAN 500 KM

Melalui rudal C-705 diharapkan para pakar roket Indonesia mampu mengadopsi teknologi guided missile. Roket-roket Indonesia seperti RX 0707.01, RX 0707.02, RX 0807.01, RX 1110.01, RKX 100S, RKX 10C, RX1512.02, RX1515.01, RX 1712.01, RX 2428.04 DAN RX 2728.01, RX 420, RX 550,RX 750 bisa berubah menjadi peluru kendali.
Peluru-peluru kendali tersebut bisa ditempatkan di kapal ataupun di berbagai pulau di Indonesia. Ribuan pulau-pulau Indonesia akan berubah menjadi semacam destroyer atau kapal induk yang siap menyergap setiap kapal laut maupun pesawat tempur yang hendak masuk ke wilayah Indonesia.
Jika proyek kerjasama pembuatan rudal C-705 ini kembali gagal, berarti memang ada yang gak beres dengan manusia yang bernama “Orang Indonesia”. Pihak China sudah menyatakan kesiapannya dan malah balik menantang kapan proyek itu akan dimulai. “Go and get it, Mister…!”.

Pada tahun 1960-an, Indonesia bersama dengan India, China, Pakistan dan Korea Utara belajar membuat rudal ke Uni Soviet.

Tidak itu saja, pakar rudal Uni Soviet pun didatangkan Ke Indonesia untuk membantu para teknisi Indonesia. Praktek lapangan dari para ahli rudal Uni Soviet ini, dilakukan di Pameungpeuk Garut, Jawa Barat.
Awalnya Indonesia seperti siswa yang cerdas. Munculah Roket pertama yang diberi nama Kartika I. Namun setelah roket itu berhasil diluncurkan, Indonesia memutuskan keluar dari sekolah, padahal masih sekolah di bangku SD.

On Standards

Bicara standards, kita perlu bicara organisasi standardisasi seperti ANSI, ETSI, ITU-T, dan masih banyak lagi. yang menarik utk dibahas kali ini adlh mengenai bhs pemrograman C++, C#, dan Java.

On Emotions

Baca ginian selalu menarik ya, emosi kita lambangkan sbg jembatan antara biologis dan kondisi mental dan pikiran. kita tertarik pada klasifikasinya dan hubungannya dengan ingatan.

On Belajar seumur hidup

Untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, perlu utk belajar lewat contoh, jadi mendingan kita ikutin pelajaran gratis dunia untuk memberdayakan diri dan masyarakat. dari daftar jurusan, ke penerbangan, wireless utk postgrad, serta elektro. juga elektronika. terutama yang bervideo dan yang ini. Back to basics juga gak kalah pentingnya. dan tentunya kita gak bakalan kekurangan bahan pelajaran. Sementara itu banyak sw open source yg pantas di d/l spt calculix, OCCT, OpenFOAM, salome, SU^2, MOOSE, gerris, freefem++, elmer, code saturne, code aster, dll.

forward channel atau donwlink dari BS ke UE, BS akan broadcast waveform ke radius coveragenya dan UE harus ekstrak sendiri mana sinyal milik dia (how?). utk uplink, tiap UE kirim (voice) waveform sendiri2 dan BS terima jumlahnya ditambah noise. BS akan pisahkan sinyal tiap user lalu lewatkan ke MTSO atau MSC. teknologi 1g dulu spt AMPS gunakan analog, jadi voice waveform akan dimodulated on a carrier dan dikirim, tentu ada freq reuse di cell yg rada jauh. teknologi 2g dst itu digital: GSM, TDMA (IS-136) dan CDMA (IS-95). GSM dan TDMA itu menggunakan freq reuse pada sel-sel yang berjauhan serta dalam satu sel, UE itu orthogonal satu sama lain, krn sifatnya yg narrowband. sedangkan CDMA istilahnya freq reuse factor of 1 aka full reuse dlm satu sel shg perlu manage intra- dan inter-cell interference. sistem OFDM yg digunakan di LTE mengkombinasikan keuntungan narrowband systems dan CDMA. intinya kita pengen pertahankan SINR scr stabil dg mengoprek bbrp aspek spt time-interleaving, multipath combining, soft handoff, power control, interference averaging.

wireless system gak hanya seluler spt utk cell phone tapi juga sistem broadcast spt AM, FM, TV,d an paging system, dan WLAN, BT dan UWB.

On Statistics

mengenai root mean square RMS yg bukan richard m stallman tapi ukuran statistik utk kuantitas yg bervariasi nilainya, terutama yg nilainya bs negatif dan positif spt sinusoids. misalnya utk arus periodik

Pertama kita pengen cari tau statistik pendidikan negara, terutama tingkat pendidikan yg diselesaikan oleh usia 15+. Halaman ini memberikan statistik yang lebih jelas. Ada 2 elemen yang menentukan kualitas SDM nasional, yakni tingkat pendidikan dan produktivitas kerja. Hal lain yang perlu dilihat adalah jumlah kesinambungan pendidikan dari tingkat SMA ke perguruan tinggi, menurut menteri salah satu solusi yang mulai dijalankan bikin 5 uni di merauke, tarakan, bangka belitung, pangkal pinang, dan sulawesi barat. Permasalahan utama kesinambungan menengah-tinggi ini ada 3: langsung bekerja, langsung menikah, ekonomi. Tapi tentu ada faktor lain: kursi yang tidak ada, uni yang tidak ada. Memang permasalahan ini hanya bisa diselesaikan dengan melihat secara makro dari statistik, misal kepadatan penduduk dan jumlah (absolut) dan komposisi usia terdidik.

Kita bagi 3 permasalahan pendidikan:

* pendidikan dasar

* pendidikan menengah

* pendidikan tinggi

 

:: pendidikan dasar ::

masalah utama pendidikan dasar adalah kualitas pendidikan. walaupun masalah kualitas ini dialami juga oleh menengah dan tinggi, tapi lebih pronounced di pendidikan dasar. yang mempengaruhi kualitas pendidikan tentu: kualitas & kuantitas guru, kualitas & kuantitas sarana pendidikan, kurikulum.
baik pendidikan dasar-tinggi, plg penting hrs dimunculkan sense of purpose thd mateiral yg dipelajari. emosi positif hrs dilibatkan dlm pengajaran di bagian awal, selain bs mengguide (jadi waveguide), bantu fokus, juga meningkatkan semangat. abis itu hrs dimunculkan sense of achievement yg akumulasinya bs membantu psikologis siswa/i di masa datang. sop & soa. dg sop siswa/i gak lagi belajar utk ujian, dia belajar utk paham dan ada target nyata utk dicapai. terkadang utk tingkat tinggi pun, spt mhsiswa yg belajar antenna atau medan, dia belajar utk mengatasi ujian dan dapat nilai, bukannya utk paham. butuh guru berkualitas utk bisa membaca mana murid yg menuju pemahaman/pnegertian/penguasaan, jd interaksi sehari-hari akan sangat berpengaruh, spt halnya setiap proyek itu iklim suksesnya bs dirasakan jauh hari sblm proyek itu jelas gagal/suksesnya.

:: pendidikan menengah ::

banyak testing internasional yang mengukur tingkat kecakapan generasi muda (dan otomatis kemampuan bangsa) diukur pada usia pendidikan menengah. hal ini bisa dihapami krn pendidikan menengah ini adalah pertikungan jalan apakah seseorang itu akan menjadi orang yang bisa berkontribusi pada negara atau jadi sampah. di pendidikan menengah, dasar pendidikan diperkuat dan diperluas. biasanya performa di pendidikan menengah menentukan juga performa di pendidikan tinggi. oleh karenanya klasifikasi yang lebih sederhana akan menekankan: pendidikan dasar dan lanjutan dimana pendidikan menengah masuk ke pendidikan lanjutan.

jk kurikulum nasional menghilangkan pelajaran bahasa asing di pendidikan dasar, maka perlu kurikulum yang benar-benar efektif di tingkat pendidikan menengah. sebetulnya pelajaran bahasa asing lebih pantas dimasukkan ke pendidikan dasar karena usia lebih muda relatif lebih gampang menerima dan mempelajari bahasa baru. tetapi kendala nasional saat ini adlh keterbatasan dan kualitas guru. selanjutnya ini juga berhubungan dengan budaya. jika budaya kita cukup gampang menerima informasi dalam bahasa asing maka kualiatas pengajar bahasa asing akan terdongkrak, akibatnya penyampaian pelajaran bahasa asing akan lebih mudah dilakukan di tingkat dasar. tanpa guru yang cukup dan berkualitas, terkadang (mungkin) ekstra pelajaran akan menjadi beban dan berpotensi mengganggu penyerapan informasi pada pelajaran lainnya (dari beban PR, stres belajar/ujian, waktu yang terbuang, dll).

ini selangkah membantu permasalahan pendidikan menengah.
Indonesia is experimenting with an online learning program in an attempt to reduce the number of children dropping out of education.
Five schools — in Sumatra, Java, Kalimantan and West Nusa Tenggara — will take part in an “open high school” pilot program, set to begin in July this year.
Students who are not accepted in public schools can enroll, and the Ministry of Education offers incentives such as scholarships and Internet-equipped tablet computers. An estimated one million to three million Indonesian students aged 12 to 18 drop out of school every year.

:: pendidikan tinggi ::

ini adalah kunci untuk bisa bersaing dengan negara lain, baik nasional, regional maupun internasional. untuk regional ada beberapa kategori: ASEAN, dan Asia/Internasional. parameter kesuksesan pendidikan tinggi perlu dilakukan secara komparatif di luar tahap nasional. misalnya dari jumlah publikasi paper tingkat regional dan internasional, persentase pengajar terhadap mahasiswa, inovasi/produk yang dihasilkan universitas baik yg sifatnya penelitian maupun yang bisa digunakan langsung di industri (termasuk di dalamnya, misalnya produk open source yang digunakan banyak orang utk bidang IT). gak kalah pentingnya (dan belum pernah dimonitor karena nilainya akan rendah sekali) adlh jumlah alumni yg masuk ke industri-industri besar skala regional dan internasional. utk bisa memasok industri regional dan internasional memang harus terlebih dahulu bisa memasuk industri nasional, masalahnya ketidaktimpangan jurusan/pendidikan dan keberadaan/kesiapan industri bisa menjadi penghambat: misal lulusan farmasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan di industri nasional krn keberadaan industri farmasi jauh lebih tinggi dari industri elektronika (dimana lulusan elektronika tidak punya banyak pilihan yang sesuai dengan backgroundnya, sehingga hrs beralih ke industri lain spt minyak/gas atau IT).

on kualitas guru, ini model menarik utk seorang guru.

pertama: materi singkat dan JELAS. kedua: mengajar dengan singkat dan JELAS. yg menarik adlh, walaupun singkat tetapi LENGKAP. seorang guru selain menguasai teknis materi & APLIKASI nya juga hrs punya kemampuan verbal dan imajinasi yang tinggi. ini membutuhkan dedikasi dari guru tsb thd bidang yg ditekuninya.

ini selangkah memperbaiki permasalahan pendidikan tinggi. The program, called the Indonesian Presidential Scholarship, aims to send at least 100 students abroad every year. A list of qualifying universities will be published shortly and applications for the coming academic year will close on April 20.

++++++++++++

PPPs are statistical estimates. Like all statistics they are subject to sampling errors, measurement errors, and errors of classification. Therefore, they should be treated as approximations to true values. Because of the complexity of the process used to collect the data and calculate the PPPs, it is not possible to directly estimate their margins of error. Therefore, small differences in the estimated values between economies should not be considered significant.

The ICP is designed to compare levels of economic activity across economies, expressed in a common currency, in a particular benchmark year. As such, PPP-based expenditures are not directly comparable with the 2005 ICP round estimates because they are based on two different price levels. In addition, some of the economies participating in one of these comparisons were not in the other comparison. A small number of economies moved from one region to another, and most importantly, some significant improvements in methodology were implemented in ICP 2011.

The ICP should not be used to compare changes in an economy’s PPP-based GDP over time. Experience has shown that sizeable discrepancies can arise between extrapolated estimates and a new benchmark, even when they are only a couple of years apart. The gap between the latest ICP rounds was six years, which has resulted in some very large differences for many economies between the extrapolated PPP-based expenditures for 2011 and the benchmark PPP-based expenditures that are available from ICP 2011.

http://web.worldbank.org/external/default/main?pagePK=60002244&theSitePK=270065&contentMDK=23562337&noSURL=Y&piPK=62002388

(bandingkan http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_%28PPP%29)

Main Results for the Largest Economies and Economies with Highest and Lowest GDP per capita

# Economy Shares (World = 100.0) # Economy Expenditure per capita (US$)
Expenditure Pop.
Based
on PPPs
Based
on XRs
Based
on PPPs
Based
on XRs
1 United States 17.1 22.1 4.6 1 Qatar 146,521 97,091
2 China* 14.9 10.4 19.9 2 Macao SAR, China 115,441 66,063
3 India 6.4 2.7 18.1 3 Luxembourg 88,670 111,689
4 Japan 4.8 8.4 1.9 4 Kuwait 84,058 52,379
5 Germany 3.7 5.2 1.2 5 Brunei Darussalam 74,397 42,432
6 Russian Federation 3.5 2.7 2.1 6 Singapore 72,296 51,242
7 Brazil 3.1 3.5 2.9 7 Norway 61,879 99,035
8 France 2.6 4.0 1.0 8 United Arab Emirates 60,886 42,182
9 United Kingdom 2.4 3.5 0.9 9 Bermuda 54,899 85,839
10 Indonesia 2.3 1.2 3.6

 

http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/DATASTATISTICS/ICPEXT/0,,contentMDK:22407349~pagePK:60002244~piPK:62002388~theSitePK:270065,00.html

The U.S. share of global GDP was 17.1 percent in 2011, while China was 14.9 percent, according to the ICP figures based on purchasing power parity, which seeks to compare how far money goes in each country. PPP calculates gross domestic product using exchange rates that adjust for price differences of the same goods between nations.

Yet China was well behind the U.S. based on another comparison, which looks at GDP in U.S. dollars at market exchange rates. By that approach, the U.S. share of 22.1 percent was more than double that of China’s 10.4 percent, the ICP data show.

JPMorgan Chase & Co. prefers to use market exchange rates for its “hard-nosed business cycle analysis,” said David Hensley, the bank’s director of global economic coordination in New York. That approach “gives a better sense of the resources that a country has command over.”

While JPMorgan keeps an eye on PPP comparisons as a secondary measure, it’s a hypothetical calculation which assumes one price level across all countries, Hensley said.

China will only pass the US on a particular measure of GDP that employs an artificial exchange rate called purchasing power parity (PPP). If you simply valued the two countries’ GDPs at market exchange rates, the US would stay in front of China for many years to come.

Using a PPP basis is arguably more useful when comparing generalized differences in total economic output between countries because PPP takes into account the relative costs and the inflation rates of the countries, rather than using just exchange rates which may distort the real differences in income. Economies do self-adjust to currency changes over time, and technology intensive and luxury goods, raw materials and energy prices are mostly unaffected by difference in currency (the latter more by subsidies), however this is taken into account by the price comparison surveys, such as the International Comparison Program, which are used as the basis for PPP calculations. These surveys include both tradable and non-tradable goods in an attempt to estimate a representative basket of all goods

Later this year the UK will probably overtake France and Brazil, and in PPP terms it could soon overtake Russia. This would put it in fifth according to market exchange rates and sixth on a PPP basis.

On Radio

Kita kenal RE 319 satpam cgd dg mslh spt terrain, path, obstracles, atmospheric conditions, dll. nah baca path loss kita peroleh brp hal spt RRD: reflection, refraction dan diffraction (gimana dg deflection :). Dikatakan bhw reflection dari obstacles, refraction dari atmospheric layers, dan diffraction dari earth’s bulge and irregular terrain. Path loss dimana gak disibukkan oleh RRD ini disebut FSPL.

ada yg namanya path loss exponent (plex) dilambangkan n dengan nilai 2 utk propagasi di free space, 4 utk lossy environments, dan lingkungan yg banyak gedung dll bernilai 4-6, sedangkan pd tunnel yg berperan sbg waveguide punya plex < 2.
Rumus utk path loss adlh L = 10*n log (jarak tx ke rx) + C dimana C = konstanta yg mengakomodasi system losses atau hardware imperfections. maka dari itu kita sering lihat bentuk 20 log (jarak).

Supaya rada panjang dikit, mending masukin prop model di sini bukan di on freq.

kita sebut saja o-a prop model

ada sejumlah yg dikembangkan dg tujuan: spesifikasikan acoustic field di berbagai kanal ocean. exact tapi general itu dipengen, bs digunakan utk o-a env yg kompleks. tp krn realitasnya itu kompleks water column, dan terutama geo-acoustic structure dari botto, gak ada yg ideal. hirari asumsi dan approx hasilkan a variety of models: interrelated, hybrid, limited.

sementara sbg bonus cari triangulasi utk rf: utk cell phone, tracking cell phone, ping&tring cell phone.
mari kita bahas sedikit. istilah utk mobile phone tracking adlh gsm localization (wah arti yg berbeda dari programming tuh), bs terjadi lewat: multilateration (ada juga trilateration) dari sinyal radio atr (bbrp) menara BTS dan cell phone, atau GPS.
utk bs temukan hp menggunakan multilateration dari sinyal radio, hp nya hrs keluarkan setidaknya sinyal roaming utk kontak menara terdekat, gak perlu active call. gsm itu berbasis pd kekuatan sinyal ke antena menara terdekat.
bgm teknologinya dilakukan? mengukur power level dan pattern antena dan konsep bhw powered hp itu selalu berkomunikasi scr wireless ke BTS terdekat.
sistem akan perkirakan sektor dimana hp kirim sinyal dan perkirakan jarak. perkiraan selanutnya bs dilakukan lewat interpolating sinyal2 di antara antena BTS yg saling berdekatan. resolusinya bs smp 50m di urban areas dimana trafik mobile dan kepadatan menara (BTS) cukup tinggi. daerah perdesaan jarak antar BTS nya bs lebih jauh, jadi presisi juga kurang.
misal utk ngeroutekan panggilan ke hp, cell tower akan dengarkan sinyal dari hp pemanggil dan negosiasi tower mana yg paling mampu berkomunikasi dg hp tujuan. dg berpindahnya lokasi hp pemanggil, tower memonitor dan akan me-roam-kan ke tower terdekat yg bersesuaian. dg mengukur ‘relative signal strength’ dari bbrp antena ini, lokasi umum hp akan bs ditentukan. cara lain adlh menggunakan antenna pattern yg dukung angular determination dan phase discrimination.
jk di atas adlh teknik menggunakan pengukuran kekuatan sinyal hp yg melakukan panggilan, jg bs ditentukan dari roaming procedure utk hp yg melakukan handover dari satu BTS ke lainnya.

jd kita lihat: limitation model, suitability utk tipe problemnya dan availability.

model: ray-trace, normal mode, fast field programmes terutama SAFARI, finite element model, parabolic equation codes tmsk PAREQ, IFD(N) dan IFD(W); bbrp time domain codes. semuanya 2D, giving the field in range & depth…ada jg yg dikembangkan 3D codes, stochastic processes di o, juga a 3D, finite element code yg masukkan shear hrs dikemabnkan katanya. ini agar bs hitung 3D sound field over bathymetric feats spt seamounts, ridges & trenches, yg gak diperhitungkan di model2 sblmnya.

intensity dan phase (field) dari sumber akustik bs menggunakan wave equation atau helm holtz eq (reduced wave eq). tp ini susah diterapkan krn kompleksitas o-a-e: kec sound itu non-uniform in deth and/or range, kasih kesempatan utk channeling, focusing, shadowing effects. sea surface itu gak smooth tapi rough & time dependent…jadi o-f itu biasanya kompleks: rough boundary wihch may be inclined to the horizontal, bottom bs jadi elastic meidum, bs dukung shear, implying inter alia the presence of interface waves (rayleigh & scholte) along the ocean/bottom boundary.
mempersulit masalah: berbagai ocean processes tmsk internal waves & small-scale turbulence, hasilkan fluktuasi kecil di sound speed (0.05% di upper layers) dan ini sebabkan significant acoustic fluctuations over long transmission paths

walau lingkungan kompleks, suara digunakan di undersea apps krn ocean itu transparent to acousitc waes tapi opaque (hampir) thd semua EM radiasi. contoh app under-water principle: active & passive detection of ships & subs, seismic profiling, echo-sounding, high-res imaging, comms, acoustic tomography (ingat tomo ingat apa ya).
low-freq, long range sound transmissions lewat samudera dimungkinakna dan diproposed sbg cara monitor long-term global change…dan suara yg dihasilkan scr alami di permukaan laut dipertimbangkan sbg dasar remote-sensing methods utk perkirakaa kondisi cuaca, tmsk rainfall rates, over the ocean.
ada range yg tinggi utk acoustic freq: < 1hz  ke > 1 mhz.
ini adlh bw > 6 decades (10+6 gitu loh), dibanding 1 octave utk visible region dari EM spectr

utk perkirakan sound fields (intensity & phase) di o ada berbagai cara, tp gak ada one size fits all, juga o-a prop model yg ada biasanya sgt sophisticated dan lama utk disimulasikan di komp. dan belum mungkin hasilkan yg general model…

model2 yg ada masih 2D hasya berikan sound field: range & depth. dg model ini, sekali jalan di plane H atau V, ya terus saja di situ, gak ada gerakan z-index nya. di deep ocean masih bs diterima krn variasi s-o-s di H gak banyak, negligible, jadi 2D model mencukupi utk acoustic environment.
tp dg adanya oceanic fronts & eddies (gambar; penjelasan arus, gyres, eddies) yg adlh biasa di north atlantic, edge dari gulf stream, sekitar iceland-faeroes ridge, 2D model akan gagal memperhitungkan convergence atau divergence dari acoustic field di H. H field dicoupled ke V field, model tsb akan tdk realiable.

mslh lebih serius utk 2D model: shallow water problems, acoustic wavelength setara dg water depth loh di sini. keberadaan a sloping bottom, obliquely incident rays direfleksikan dari bottom into diff V plane: twisted in : efek disebut horizontal refraction (walau dia itu reflection).
H refraction itu pengaruhi kemunculan a sharply defined acoustic shadow di blkg a onical seamount misalnya.
jg utk pronounced shadow zones in H di o overlying the continental slope.
3D numerical prop mod lg dikembangkan tp hampir semua berbasis parabolic eq yg adlh perkiraan thd wave eq, yg adlh… gak mampu atasi the shadow zones, caustics & interference effects yg dihasilkan oleh horizontal refraction.

model intermediate 3D yg ada: 21/2D dan Nx2D models, yg sebetulnya 2D codes hasilkan field in range & depth tp diaplikasikan over a large number N of bearing angles. 21/2D masukkan azimuthal variations in bottom topography& sound speed profile…tp dg asumsi negligible curvature dari ray pats in H. di deep ocean biasanya ini cukpu asalkan sound speed variations di H krn eddies & fronts gak signifikan, tp di shallower waters overlying a sloping bottom, dimana horizontal refractions bs pronounced, kuat, 21/2D gagal.
selain numerical modeling jg ada analytical solutions ke wave eq.
contoh pekeris solution utk sound field dari a point source in a shallow water channel overlying a fast fluid sediment.
solusi spt ini punya keuntungan kasih insight ke struktur fisik dari sound fields in the ocean, tp kurang aplikasi umumnya dibanding numerical codes.
analytical model hanya bs utk idealized channels yg kriteria utamanya misalnya field hrs separable, baik dlm koordinat cartesian, silindrikal maupun spherical. dg constraint ini: sejumlah analytical model muncul, bbrp di antaranya bahkan truly 3D krn masukkan efek dari horizontal refraction…yakni…mrk kasih ke field: gak hanya range & depth juga azimuth. dg demikian analytical model jd melengkapi model numerical: 2D dan 21/2D.

mslh yg berulang adlh saat bikin prediksi akurat pd sound field di o: deskripsi yg cukup utk acoustic env gak ada utk ngefeed into the model. misal low freq sound bs mausk eep into the ocean bottom & dan refracted back ke water column some distance away. bottom bisa/dan biasanya-adlh stratified, jk gak ada a priori info pd s-o-s & struktur density: prop model yg sempurna kalipun gak bs kasih representative picure dari field di kanal.
gak ada solusi utk ini, paling bikin DB berisi essnetial geo-acoustic params utk tiap situs of interest di world’s oceans. ini immense task: koleksi dan kolasi vast amounts of info, international collab. etc

acoustic input data utk bbrp ocean channels ada biasanya berupa archival (atau contemporary) BT (bathy thermo graph), geological surveys dari bottom, seismic records dsb, tp biasanya gak lengkap, shg hasilkan kurang yakin dlm hal urusan prakiraan gunakan acoustic model.
bukannya forecast, skrg model msh digunakan sbg hindcast, krn propagasi experiment dulu baru model dilihat apakah cocok atau tidak. kita masukkan ke model kita acoustic params dari kanal shg best fit to the data.
salah satu app dari o-a model adlh solusi dari inverse problems dimana bbrp/all o-a params characterizing a channel (s-os- profile di water column dan compressinoal & shear speed structures in the bottom) ditentukan dari pengukuran sound field pd bbrp titik di kanal.

bbrp jenis solusi utk sound field di ocean berkembang 30+ th: ray tracing kasih gambar jelas dari field (jelas dan sedap dipandang); normal mode techniques adlh alternatif dari rays; copuled-mode models dikemabgnkan, akurat tp computationally intensive; parabolic-eq adlh approx ke wave eq yg tlh disolved gunakan explicit+implicit finite difference schemes; green’s function solutions (fast field programs) eksak, tp terbatas pd horizontally stratified media; finite element methods jg ada dan eksak tp computationally demanding & perlu dikembangkan lagi.

semua model di atas deterministik, dia abaikan efek dari sound field of fluctuations in the s-o-s profile muncul dari small-scale turbulence, internal waves, dll.

o-a-e

properti fisik dari ocean yg pengaruhi propagasi acoustic waves adlh s-o-s atau kita sebut c atau sos saja. nilai nominal nya 1500 m/s in temperate and equatorial oceans. jk kenal air density ternyata di o, density variations jg pengaruhi acoustic propagation, tp kecil sekali sepanjang oceanic water column.
kapan density vars ini signifikan? di sediment layers below o….
sos di o itu fungsi dari 3 vars: temperature, salinity (dlm parts per thousand o/oo dong bukan %), dan pressure (atau depth dlm meter), berbanding lurus semua…

useful rules of thumb: sos naik 4 m/s per degree, 1.5 m/s per 100m depth inrement; dan 1 m/s utk kenaikan 1% salinitas.

variasi sos with depth di o disebut ss/sos profile. (kita sebut ss utk veri non-o dan sos utk hal gak perlu, tapi kita gunakan ss utk ngomong profile). ssp jadinya. ssp ini gak dipengaruhi range, dimana o itu katanya horizontally stratified. bbrp model o-a numerical memasukkan horizontal stratification, keuntugnannya dari sisi komputasi: solusi utk field terpisah ke range dan depth compos…ini sederhanakan perhitungan dari field…sangat teramat banget

horizontal stratification gak berlaku through oceanic fronts & eddies, nor shallow water of non-uniform depth. env spt itu range-dependent…shg acoustic fieldnya hrs dilihat scr 3D.
mesoscale eddies (dia = bbrp ratus km) sering tjd di north atlan o, dibentuk oleh meanders dari gulf stream. dan eddies yg lebih kecil (dia dlm orde 10km) di arctic ocean dihasilkan dari berbagai mekanisme kompleks tmsk geostrophic flow over the iceland-faeroes ridge dan an unusual shear current structure in the vicinity of scoresby sund, greenland…

biasanya o eddies gak punya fitur permukaan yg namapk, walau keberadaannya bs keliatan dari altimetry data, expendable bathy thermo graph XBT porfiles dan thermistor chain measurements.
jk ice cover ada, in the marginal ice zone MIZ off the east coast of greenland, ice floes bs berperan sbg a tracer memperlihatkan struktur melingkar dari eddy atau system of eddies.

sos di o tunjukkan small departures (1%an) dari 1500 m/s tp efek dari sound propagation di o besar. di deep o, profile berperan sbg acoustic waveguide, mendukugn propagasi to long ranges with little attenuation.
3D effects itu signifikan di f & e, teruama acoustic divergence (cold core eddies) & convergence (warm core eddies) di H.
idealnya acoustic prop model tunggal bs handle semua kondisi di atas, tp krn 2D ya gimana lagi.

kita bikin berbagai profile: temperature profile, salinity profile, snd-spd profile misalnya utk pasifik utara.
plotnya adlh x-y dg x=temp,sal,ss dan y = depth, jadi gunakan kuadran 4. semakin dalam misalnya temp makin mendekati 0, salinity exp mendekati 35 (dari 33) <- hampir independen thd kedalaman, ss rada aneh dari 1500 m/s lalu sempet berkurang ke 1480-an di kedalaman 500-1000 dan lalu naik lagi smp 1530+an saat mendekati 5km. bs dibilang ss itu dipengaruhi tmp dan pressure, slainity gak ada efek (kecuali dibawah bongkahan es di lautan kutub dan di daerah es-tua-rine of coastal seas). deep o yg suhu makin rendah disebut the (main) thermocline. di bawah themoclien temp itu stabil dan mulai independen thd kedalaman. pressure itu bertambah linearly with depth, net effect nya bikin snd-spd minimum at a depth atr 500-1500m.

sound rays itu bengkok ke arah daerah dg lower snd-spd, minimum di profile berperan sbg acoustic waveguide disebut jg deep sound channel DCS, dimana energi dari sumber dekat nilai minimum bs terjebak, shg propagasi punya loss yg rendah smp bbrp ribu km. ini mungkin yg akibatkan kec suara jd lebih tinggi di deep o. minimum di profile biasa disebut channel axis atau SOFAR channel axis. pd tiap latitude, minimum ini menyempit di pasifik dibanding atlantik smp bbrp ratus m.
DCS gak dipengaruhi keadaan perm, terutama solar heating dan wind-induced mixing. segara di bawah perm smp bbrp ratus m, snd-spd profile sensitif thd pengaruh perm, menunjukkan diurnal dan seasonal variations.
atlantik utara waktu musim dingin: efek dari angin yg kuat adlh bikin layer perm yg bersuhu sama (isothermal). snd sped di layer tsb naik scr linear dg kedalaman, hasilkan surface duct yg berperan sbg acoustic waveguide.
waktu musim panas: efek dari solar heating adlh bikin layer perm air hangat…kadang disebut juga secondary atau seasonal thermocline. layer ini adlh downward refracting layer dimana gak dukung long range acoustic propagation tp sebabkan deep acoustic shadow.

snd-spd profile biasanya punya 2 minima gara2 keadaan perm, ini bs tjd misal stlh lewatnya badai saat solar heating hasilkan seasonal thermocline di atas well-mixed, deep isothermal layer.
profile dg double minimum yg permanen dikarenakan masuknya mediterranean water ke atlantik ditemukan di bay of biscay…di sini shallo dan deep minima biasaya pd kedalaman 500 dan 1500m.

snd-spd:
0-200 : surface duct dg 0-100 = seasonal thermocline (wkt sumer)
200-1000 m: main thermocline
1000-5000m: isothermal deep water
5km-…: bottom
profile akan berbeda misalnay di atlantik utara wkt winter dan summer, winter: mixed layer to a depth of 200m (gak ada seasonal thermo), summer: gara2 solar heating hasilkan seasonal thermocline

kita kenal bentuk sin, cos…misal utk sin: kita lihat di gunung dulu baru lautan…gampangnya, gunung dimulai dari phase ph+0 dan akhir di ph+180, lautan dimulai dari ph+180 ke ph+360. kita lihat ‘minima’ di ph+270, dan ita lihat maxima di ph+90. o-a prop model punya 2 minima dimana ‘wave’ dimulai dengan ph+90 dan lanjut ke ph+270, lalu naik lagi ke ph+0 dan ph+90 utk turun lagi ke ph+270, abis itu selalu naik. kt perkenalkan lagi utk gunung dan lautan: kecuraman baik naik maupun turun. jk kita bikin ph+0 ke ph+90 ‘pendek’ artinya: terjal, curam, dll kita lambangkan ph0+90/. dan ph+90 ke ph+180 yg ‘pendek’ akan kita lambangkan ph90+180\ (terjal). bgm jk dia ‘panjang’ misal dari ph+270 ke ph+360 ke ph+90 naik teruuus…spt s-o-s profile setelah 2 minima? ph270+90_/ !

di arctic gak ada DCS, SOFAR channel axis pelan-pelan makin de’et pd latitudes yg makin tinggi…ke utara. suhu minimum di permukaan -2 C dan ss 1440 m/s.